"Program pendidikan dan pembinaan olahraga harus dimulai dengan sungguh-sungguh pada anak-anak kita di usia dini. Sebab dari situlah kita mendapatkan bibit-bibit unggul atlet-atlet kita nantinya," ujar Wapres Boediono saat membuka Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (9/9/2011).
Menurut Boediono, pembinaan harus diproram dan sistematis. Pembinaan yang baik akan turut berperan pada karakter pribadi atlet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boediono juga mengatakan bahwa pendidikan dan pembinaan olahraga merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam membangun karakter bangsa. Pembinaan ini bisa dijalankan dengan program lain di sekolah, seperti Pramuka dan ekstrakurikuler lain.
"Ini bagian yang sangat penting dari upaya besar kita untuk membangun karakter bangsa. Pendidikan dan pembinaan olahraga bagi generasi muda harus disinkronkan dan disatukan dengan program-program pendidikan di sekolah dan di luar sekolah, program kepramukaan dan program-program kepemudaan lainnya," jelasnya.
Dalam pidato itu Boediono juga memuji para pemimpin bangsa yan berani menggelar PON I di Solo pada tahun 1948. Padahal saat itu, kata Boediono, negara masih di awal-awal kelahirannya, dan masih berusaha mempertahankan eksistensinya.
"Tanggal 9 September 1948, 63 Tahun lalu, sewaktu republik kita yang baru lahir sedang mengalami tantangan maha berat, sewaktu bangsa kita sedang berjuang mempertahankan eksistensinya, pemimpin-pemimpin kita dan tokoh-tokoh olahraga kita bertekad untuk menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama di kota Solo," sebutnya.
"Dalam suasana perjuangan hebat itu, para pemimpin bangsa sudah melihat dengan jelas betapa pentingnya peran olahraga dalam menempa rasa kebangsaan, dalam memperkokoh persatuan dan dalam mengobarkan semangat perjuangan," tambahnya.
(a2s/rin)











































