Perpres SEA Games yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya diteken Presiden Susilo pada Kamis (16/9/2011) malam. Terbitnya Perpres ini akan membantu mempercepat pengadaan beragam keperluan SEA Games yang masih banyak kekurangan meski eventnya tak sampai dua bulan lagi dimulai.
Namun munculnya Perpres tersebut dikhawatirkan membuka peluang terjadinya KKN. Pengadaan barang senilai lebih dari Rp 100 juta yang sebelumnya harus melalui tender kini bisa melalui penunjukan langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Andi mengatakan kalau segala proses terkait pengadaan barang dan jasa akan sepenuhnya menjadi domain Inasoc. Pihak Menpora nantinya hanya memberikan persetujuan apakah penunjukan langsung perlu dilakukan atau tidak.
"Nanti Inasoc yang menentukan mana daftar yang memang layak dilakukan penunjukkan langsung atau tidak. Kalau sudah disepakati mana yang layak, maka kita berikan persetujuan untuk melakukannya. Mana yang layak ditunjuk langsung atau tidak, Inasoc yang lebih tahu," lanjut Andi.
Terkait kekhawatiran adanya penyalahgunaan Perpres dan Kepres SEA Games, Ketua Umum KONI Pusat, Rita Subowo, memastikan kalau nanti akan dibentuk tim verifikasi untuk melakukan pengawasan.
"Untuk pertanggungjawabannya nanti akan ada tim verifikasi atau tim yang bisa mengawal supaya penggunaan perpres dan kepres ini tidak salah," sahut Rita.
"Saya berharap proses SEA Games ini lancar, begitu juga penyelenggaraannya. Target kita bukan hanya sukses prestasi tapi juga sukses penyelenggaraan. Ini masalah martabat dan wajah kita di ASEA. Insya Allah kita siap dan semoga sukses dan membanggaakan," timpal Andi.
(din/a2s)











































