Bambang berhasil finis di urutan kedua pada etape ke-5 Speedy Tour d'Indonesia 2011, Kamis (6/10). Ia menyelesaikan balapan di belakang rekan setimnya Dani Lesmana.
Dengan spesialiasinya sebagai climber, Bambang tentunya tak akan kesulitan untuk menaklukkan trek yang didominasi tanjakan, dari Semarang hingga finis di Tawangmangu.
Namun dengan letak garis finis di ketinggian nyaris 2.000 meter di atas permukaan laut, tentunya bukan pekerjaan mudah bagi para pembalap. Mereka harus pintar-pintar menyimpan tenaga dan dengan kadar oksigen yang tipis, tentunya makin bikin pembalap susah mengatur nafas.
"Etape tanjakan ini berbeda dari yang sebelumnya. Kaget juga liat tanjakan kayak gini, baru pertama kali juga," ujar Bambang usai balapan.
"Rute yang bikin teler sampai ketinggian 1.900 meter di atas permukaan laut. Udaranya dingin," celetuk Bambang yang disambut gelak tawa orang-orang yang berada di press room.
Polygon Sweet Nice sendiri pada balapan kali ini begitu dominan, tiga pembalapnya finis di posisi 10 besar termasuk Jimmy Pranata di urutan ke-8.
"Instruksinya cuma jaga stamina di trek lurus, soalnya kan di sini banyak tanjakan. Tadi sempet ada yang breakaway tiga pembalap duluan lalu ada delapan pembalap lagi dan tiga terakhir itu termasuk saya dan Dani. Saya bisa mengejar tiga pembalap terdepan pertama di tanjakan."
"Dani saya biarkan lepas sendirian karena dia berada di posisi terdepan dan sulit saya menyusulnya," akunya.
Dengan finis posisi kedua ini, Bambang secara gemilang merebut tiga jersey sekaligus yakni Yellow Jersey, Red and White Jersey serta Polka-Dot Jersey. Apakah ada rencana untuk mempertahankan Yellow Jersey di balapan berikutnya?
"Tidak nyangka juga bisa dapat jersey sebanyak ini, bukannya serakah. Alhamdulillah bisa dapat seperti ini. Ini pertama kalinya untuk saya mengenakan Yellow Jersey dan mengenakan 3 jersey sekaligus. Mudah-mudah di balapan selanjutnya bisa mempertahankannya," pungkas pembalap berusia 21 tahun itu.
(mrp/mfi)










































