Wakil Direktur Inasoc (Indonesia SEA Games Organizing Comittee), Muddai Madang, kepada pers di Palembang, Kamis (20/10/2011) mengatakan, ada rencana dari panitia besar dan lokal Sumatera Selatan untuk memberlakukan pemungutan tiket untuk acara pembukaan dan penutupan.
"Memang ada rencana kita untuk memberlakukan tiket, tetapi masih dalam batas wacana dan belum diputuskan, karena masih dibahas. Sekali lagi, belum diputuskan," kata Muddai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi masih dibahas, termasuk juga besaran harga tiket belum ditentukan," jelasnya.
Namun yang jelas, kata Muddai, jika diberlakukan tiket masuk maka besarannya masih terjangkau oleh kantong orang Palembang dan sekitarnya yang ingin menyaksikan pembukaan.
Menurut dia, SEA Games tahun ini merupakan milik masyarakat Sumsel dan mereka berhak menikmatinya. "Tetapi tetap dengan aturan dan ketertiban," ujar dia.
Ditambahkannya, pemberlakukan tiket hanya untuk pembukaan dan penutupan, sementara untuk hari hari biasa akan diberlakukan free bagi pengunjung yang ingin menonton pertandingan.
"Kalau hari biasa akan kita berlakukan free, tanpa tiket, tetapi tetap dengan tertib," jelas Muddai.
Sementara itu, untuk menjaga keamanan dan mencegah tindak kejahatan selama SEA Games, Polresta Palembang menyiapkan 814 personel terdiri gabungan reskrim, sabhara, intel, dan satlantas untuk bergabung dengan anggota Polda Sumsel.
Mereka disebar di 16 venue Jakabaring Sport City, hotel, dan pusat keramaian. Kapolresta Palembang Kombes Pol Agus Sulistiyono melalui Kabag Ops Kompol Suwandi, mengatakan, tujuannya agar peserta bisa bertanding secara sportif tanpa ada gangguan.
"Penjagaan di venue dipimpin perwira menengah. Anggota disiapkan untuk mengamankan pembukaan dan penutupan SEA Games," ujar Kompol Suwandi.
(a2s/din)











































