Para pengarung jeram dari DKI melaju kencang menerobos gawang (gate) yang disusun panitia. Ada 8 gawang yang harus dilalui dengan melawan arus. Sementara sisanya harus dilalui dengan melewati jeram yang deras.
Dalam sesi pertama, DKI Jakarta sebenarnya sempat menyentuh tiang salah satu gawang. Tapi perolehan waktu mereka sangat baik. Sementara di sesi kedua, mereka melaju mulus tanpa mengenai gawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Tim Jabar yang dimotori Rendy sukses menerobos semua gawang nyaris tanpa kesalahan. Hanya saja catatan waktu mereka masih berada di bawah DKI Jakarta.
DKI Jakarta tampil sebagai juara dengan catatan waktu 4 menit 4.95 detik dikuti Jawa Barat 4 menit 31.32 dan Jawa timur 4 menit 32.44.
Sementara 3 tim dari Kazakshtan masih belum bisa mengungguli dominasi tim-tim Indonesia. Walau mampu melewati gawang tanpa kesalahan, catatan waktu mereka masih di bawah tim DKI, Jabar dan Jatim.
Begitu pula 2 tim dari Malaysia, setelah perlombaan hari ketiga, kemampuan mereka masih jauh berada di bawah Indonesia dan Kazakshtan. Bahkan salah satu pendayung Malaysia terjungkal dari perahu saat hendak menyeberangi salah satu gawang.
Dalam kategori Slalom, peserta diharuskan melalui jalur-jalur tertentu yang ditetapkan melalui gate (gerbang) berupa sepasang tiang tergantung di atas arus sungai. Perahu karet peserta tidak diperbolehkan menyentuh gerbang ini, yang menyentuh dikenakan nilai penalti waktu.
(rdf/mrp)










































