Daud menyudahi perlawanan petunju asal Amerika Serikat itu di Challenge Stadium, Perth, Australia, (Rabu/30/11) dengan menang TKO di ronde keempat.
Ini adalah kali pertama petunju berusia 24 tahun itu naik ring lagi setelah kalah dari rekan se-negaranya, Chris John pada pertarungan perebutan gelar juara WBA di Jakarta, April silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai pertandingan tadi, dia mengakui mengalami menit-menit awal yang berat karena Archuleta cukup terlihat kokoh di ronde awal.
"Tapi kemudian saya berhasil menemukan irama permainan saya dan saya terus menekan dia sehingga dia limbung. Ini membuktikkan bahwa petinju kita tidak kalah dari petinju Amerika Serikat yang dikenal sebagai gudangnya petinju bagus. Menurut saya empat ronde ini adalah kemenangan yang mudah," sambung dia.
Ditanya mengenai rencana ke depan, Daud menyerahkan kepada manajermen, tim promotor dan media untuk menilai sudah sejauh mana kemampuannya melakoni pertandingan-pertandingan yang lebih besar.
"Tapi saya siap untuk menjadi juara dunia untuk membawa nama Indonesia. Sekali lagi terima kasih atas dukungan masyarakat," pungkas petinju yang kerap disapa Chino ini.
(rin/krs)











































