Hal itu menjadi obsesi Nanan yang dituangkan dalam penjabaran visi-misinya saat mengikuti pemilihan ketua pada Munas di Solo hari Jumat (16/12/2011) kemarin, dan ditegaskannya lagi setelah terpilih.
"F1 sebagai visi membuat adrenalin menjadi terpacu bagi semua anggota di IMI, dengan menempatkan obsesi yang tertinggi," tutur Nanan yang juga wakil kepala kepolisian Republik Indonesia (wakapolri) itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tinggal bagaimana kampanye kita ke pemerintah. Kalau F1 bisa digelar, maka kejuaraan-kejuaraan lainnya saya katakan gampang," ujarnya, seperti tertuang dalam rilis yang diterima redaksi detiksport.
F1 bukanlah olahraga yang murah dan oleh sebab itu diperlukan investasi yang sangat besar. Sirkuit yang memadai dan modal yang besar diyakini bukan sesuatu yang tidak mungkin bisa dicapai.
"Kalau ada profit pasti mereka mau. Namun yang penting adalah kebersamaan. Obsesi, visi dan misi harapan dan keinginan saya bisa menjadi kebersamaan," tuturnya. "Jika tidak ada sirkuit kita bisa bikin sirkuit jalanan seperti di Singapura dan Monako."
Sementara ketua umum IMI sebelumnya, Juliari Batubara berjanji akan membantu Nanan untuk bertemu dengan Presiden FIA Jean Todt.
"Pada 28 Desember nanti Jean Todt akan ke Bali karena dia punya rumah di sana. Saya akan memperkenalkan dengan Nanan secara pribadi," ujarnya.
Di luar obsesinya menggelar F1 di Indonesia, Nanan menegaskan bahwa dia ingin PP IMI menjadi lebih baik.
"IMI Pusat harus membantu semua pengda, bukan memberatkan pengda," tukasnya. "Saya menerima tugas ini. Saya ingin menjadi milik bersama."
(a2s/a2s)











































