Cerita Kubica Nyaris Celaka

Kilas Balik Olahraga 2011 (Februari)

Cerita Kubica Nyaris Celaka

- Sport
Senin, 26 Des 2011 22:00 WIB
Cerita Kubica Nyaris Celaka
Jakarta - Menjajal kemampuan di ajang reli, Robert Kubica justru nyaris meregang nyawa saat dia mengalami kecekaan serius di Reli Ronde di Andorra di awal Februari. Di bulan yang sama Kobe Bryant menjadi MVP di ajang All Star.

Dengan belum dimulainya musim balap F1 dan MotoGP, perhatian dunia balap hampir di sepanjang Februari tersedot pada kecelakaan yang dialami Kubica, Minggu (6/2/2012). Bukan cuma karir balapnya yang terancam, pembalap asal Polandia itu bahkan dianggap beruntung bisa melanjutkan hidupnya lantaran banyak cedera parah yang dia alami.

Menurut laporan tim Renault dan dokter yang merawatnya, Kubica setidaknya mengalami patah tulang di kaki, tangan dan lengan. Meski Kubica menargetkan dirinya bisa kembali dalam waktu enam bulan, saat itu banyak pihak menyebut pembalap 27 tahun itu bakal menepi selama satu musim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adalah Nick Heidfeld yang kemudian ditunjuk sebagai pengganti. Dan pembalap asal Jerman itu langsung membuktikan kemampuannya dengan menjadi pencatat waktu tercepat pada salah satu rangkaian seri ujicoba di Jerez. Bulan Februari juga menjadi momen di mana seluruh tim yang berlaga di F1 akhirnya merilis jet darat miliknya. Launching yang dilakukan Hispania Racing Team dan Force India pada 8 Februari menjadi penanda hal tersebut.

Selain Heidfeld, pembalap lain yang mencatatkan waktu terbaik di Jerez adalah Rubens Barrichello, Michael Schumacher dan Felipe Massa. Sementara saat ujicoba berpindah ke Barcelona, Sebastian Vettel dua kali jadi yang terdepan sebelum Felipe Massa mengungguli di hari terakhir.

Sementara di ajang MotoGP, Honda sudah menunjukkan dominasinya pada sesi latihan bebas kedua di Sepang dengan selalu menempatkan Casey Stoner sebagai yang tercepat. Torehan bagus juga dibuatkan Dani Pedrosa, yang bersama Stoner, berhasil menorehkan rekor baru di sirkuit tersebut. Sementara pada sesi latihan di awal bulan, yang juga digelar di Sepang, Stoner, Pedrosa dan Marco Simoncelli gantian menjadi yang terbaik.

Beralih ke NBA, event NBA All Star tahun 2011 dihelat di Staples Center, Los Angeles, pada 20 Februari. Tim Barat menjadi pemenang dalam penyelenggaraan tahun ini setelah menundukkan Tim Timur dengan 148-143. Terpilih sebagai Most Valuable Player adalah bintang LA Galaxy, Kobe Bryant, setelah membukukan 37 poin dan 14 rebound selama 30 menit aksinya di lapangan.

Ini adalah kali keempat Bryant menjadi pemain terbaik di ajang All Star, setelah meraihnya di tahun 2002, 2007 dan 2009 (bersama Shaquille O'Neal). Jumlah itu menyamai rekor yang dipegang Bob Pettit, yang menyandangnya di tahun 1956, 1958, 1969 dan 1962.

MVP NBA musim lalu, LeBron James, juga tampil gemilang dengan menorehkan 29 poin, 12 rebound dan 10 assist, untuk tim Timur. Rekannya di Miami Heat, Dwyane Wade mengukir 14 poin sebelum cedera di kuarter ketiga.

Juga tampil gemilang, namun dari cabang tenis, adalah Novak Djokovic setelah menjuarai Dubai Tennis Champioship dengan menundukkan Roger Federer dua set langsung, 6-3 dan 6-3. Sukes ini mengukuhkan dominasi Djokovic di Dubai karena ini menjadi titel ketiganya secara beruntun di ajang tersebut. Sementara di Qatar Ladies Open, Vera Zvonareva mengukuhkan dirinya menjadi yang terbaik usai menang dua set langsung 6-4 dan 6-4 atas Vera Zvonareva.

Dari dalam negeri, Pelita Jaya menutup musim reguler NBL dengan status juara. Mereka menyempurnakan sukses tersebut dengan kemenangan telak 114-48 saat menghadapi Bimasakti dengan 114-48 di laga pamungkas.


(din/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads