Jelang PON XVI
Warga Palembang Untung Apa?
Kamis, 22 Jul 2004 17:18 WIB
Palembang - Meskipun penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XVI kurang dua bulan lagi, namun antusiasme warga Palembang terasa kurang. Sebagian dari mereka menganggap event ini tidak memberikan keuntungan bagi masyarakat setempat.Seringkali terdengar keluhan dari wong Palembang bahwa mengadakan hajatan olahraga nasional itu cuma buang-buang duit, kendati gaungnya sudah terdengar sejak tiga tahun silam. "Mau mengadakan PON tapi rakyatnya saro (miskin). Ya, berkaca dululah. Untungnya buat kami nih apa?" kata Amani, warga Plaju Palembang kepada detikcom, Kamis (22/7/2004). Menurut lelaki yang sehari-harinya bekerja di pabrik karet Hok Tong, Plaju, Palembang, sebenarnya banyak persoalan lain yang mesti dipikirkan pemerintah, misalnya masalah pengadaan lapangan kerja dan pemenuhan berbagai fasilitas umum. "Jalan masih banyak yang buruk. Mendapatkan air bersih sulit, pendidikan mahal, pengangguran di mana-mana. Tapi kok pemerintah mengadakan pesta olahraga yang menghabiskan dana miliaran rupiah itu," katanya. "Oke, kalau duitnya kepercik pada kami, mungkin bagus. Tapi nyatanya tak ada apa-apanya buat kami," tambahnya. Pendapat senada dikatakan Sulastri, mahasiswa Universitas Sriwijaya. "Itu proyek sia-sia. Tidak ada yang menguntungkan bagi wong Palembang kecuali tempat lahan para pengusaha cari duit. Sebenarnya wong Palembang bisa untung, tapi konsepnya memang tidak jelas, susah," katanya di sebuah warnet di Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Rabu (21/7/2004).Namun tidak semua warga setempat tidak antusias menyambut PON XVI. Masyarakat di Musi Banyuasin misalnya. Mereka merasa bangga karena kabupaten yang selama Orde Baru nyaris tak tersentuh pembangunan itu, kini terus membangun berbagai fasilitas pendukung, termasuk penyelesaian venue tempat berlangsungnya lima cabang olahraga, serta wisma atlet serta fasilitas akomodasi lainnya untuk PON XVI.Salah satunya adalah sirkuit balap motor Sky Land yang eksklusif, arena renang yang mewah dan berstandar FINA (organisasi renang internasional), lapangan berkuda, dan lapangan terbang yang mampu menampung pesawat sekelas herkules untuk terbang layang. Selain itu dibangun pula lapangan sepakbola yang bermutu bagus serta dilengkapi trek sintetis untuk cabang atletik. Juga ada sport hall atau GOR Ranggonang. "Kami beruntung dengan diadakannya PON di daerah kami. Banyak yang dibangun. Kami tidak lagi tertinggal dari daerah lain. Kami sekarang punya hotel berbintang lima," kata Kuyung, seorang warga Sekayu, Musi Banyuasin, kepada detikcom, saat mengunjungi keluarganya di Palembang.Sementara itu, dalam sepekan ini para pemilik toko di Palembang sibuk memperbaiki kaki lima pertokoan mereka, di antaranya dengan mengecat ulang. Sayangnya tindakan mereka itu bukan atas inisiatif sendiri melainkan karena himbauan dari pemerintah kota Palembang. "Ya, kami nih diminta Walikota Palembang untuk memperbaiki lantai kaki lima kami," kata Aseng, pemilik sebuah rumah toko di Jalan Sudirman. PON VXI akan digelar 2-14 September 2004. (a2s/)











































