Ada Indikasi Data Prestasi Dua Lifter Lampung Dimanipulasi
Senin, 26 Jul 2004 16:36 WIB
Jakarta - Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Lampung Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI), Imron Rosadi, mengadukan perlakukan tidak adil yang dialami dua lifternya kepada KONI Pusat.Perlakuan tidak adil tersebut menyangkut pemilihan atlet angkat besi Indonesia yang akan dikirim ke Olimpiade Athena, Yunani, bulan depan. Dikatakan Imron, ada indikasi Pengurus Besar (PB) PABSSI memanipulasi data prestasi dalam laporan seleksi nasional kepada KONI Pusat.Ia mempertanyakan penetapan Sunarto yang terpilih mewakili Indonesia di kelas 60 kilogram. Padahal, kata Imron, berdasarkan total angkatan dan prestasinya, lifter DKI Jakarta itu masih kalah dibandingkan lifter Lampung Nusianto, yang dicoret tanpa alasan yang jelas.βIni mengada-ada, di mana logikanya? Total angkata Sunarto hanya 280 kg, sedangkan Nusianto 285 kg,β tutur Imron saat ditemui wartawan di Gedung KONI, Senayan, Jakarta, Senin (26/7/2004).Mantan pelatih nasional itu juga menunjuk kasus serupa yang dialami lifter Lampung lainnya, Misdan Yunip. Diterangkannya, pada seleksi nasional di Lampung 25 Juni lalu, data Misdan diubah dari 230 menjadi 315 kg. βKenapa data yang bagus-bagus ditutup-tutupi?β tukas Imron lagi.Semula Imron mengaku sempat mengancam akan menarik dua lifternya yang terpilih mengikuti Olimpiade, yakni Jadi Setyadi dan Gustar. Namun setelah berkonsultasi dengan Pimpro Pelatnas Olimpiade Indra Kartasasmita dan Sekjen KONI Johar Arifin, niat tersebut diurungkannya.βTadinya kalau kami semua tidak ada yang berangkat ke Athena juga tidak apa-apa. Kita toh bisa konsentrasi ke PON XVI. Tapi demi kepentingan nasional, ya sudah lah. Saya hanya ingin menghimbau agar KONI lebih waspada menerima dariPB-PB. Saya tidak habis pikir kok PB sampai berani memanipulasi data ke pusat,β tuturnya.Saat ditanya kenapa mengadu ke KONI, Imron menjawab, pihaknya sudah capek di-cuekin PB PABBSI. Ia juga mengkritik kepengurusan Dharma Surya yang dianggap sering mengecewakan dirinya. Sementara itu pihak KONI tidak mau mencampuri masalah interen PB, termasuk Imron dengan PABBSI. Soal manipulasi data yang dibeberkan di atas, Indra mengatakan, hal tersebut dikembalikan ke PB Yang bersangkutan.βPokoknya urusan prestasi yang paling bertanggung jawab ya PB. Tapi ke depannya memang harus dikaji dengan hati-hati,β kata Indra Kartasasmita. Indonesia mengirim tujuh lifter ke Olimpiade 2004. (a2s/)











































