Tuan Rumah Kirim 5 Klub di Tour de Indonesia

Tuan Rumah Kirim 5 Klub di Tour de Indonesia

- Sport
Senin, 26 Jul 2004 19:19 WIB
Jakarta - Lima klub balap sepeda dalam negeri mendapat tiket untuk mengikuti Tour de Indonesia yang akan digelar 26 September-6 Oktober 2004, setelah mereka melewati tiga rangkaian tur yang merupakan ajang seleksi. Lima klub Indonesia ini meraih poin tertinggi dari 10 klub setelah mengikuti Tour de Jabar, Walikota Cup Surbaya dan Tour de Sulsel. Lima klub tersebut adalah Polygon Sweet Nice Bike Surabaya A dan B, CCC Bea Cukai Jakarta, Dodol Picnic Kuda Laut Bank Jabar dan Sinar Sentosa Purwakarta.Selain mengirimkan lima klub tersebut, Indonesia juga memasukan satu timnas sehingga kekuatan Indonesia di tour ini adalah 5 klub dan satu timnas. Sedangkan timnas yang akan dikirimkan adalah atlet pelatnas Indonesia Bangkit.Balap sepeda Tour Indonesia ini akan memperebutkan hadiah sebesar 10.000 US$ plus Piala Kapolri. Sedangkan para peserta Tour de Indonesia ini akan melewati sembilan etape dari Jakarta ke Bali dengan jarak total tempuh 1.503 KM.Sedangkan start rencananya akan dilakukan di Balai Kota DKI dan akan dilepas oleh Gubernur Sutiyoso, Kepala Polri Jenderal Pol Da’i Bachtiar dan Ketua Umum ISSI. Sedangkan tim luar negeri yang diundang dalam tour ini adalah Swiss, thailand, Vietnam, Hongkong, Malaysia , Mesir, Taiwan dan Iran. Sementara klub luar negeri yaitu Giant (Taiwan), BRC (Belanda) dan Marcopolo (Belanda). Ke-11 tim luar negeri itu telah mengkonfirmasikan keikutsertaannya namun baru Thailand yang mengembalikan entry form by name. Panitia masih menunggu daftar nama tim luar negeri sampai 31 Juli nanti."Mengenai persiapan masih terus dilakukan, kalau misalnya adalah peserta dari luar negeri yang tidak jadi ikut maka klub dalam negeri yang poinnya di bawah tadi bisa dipanggil," kata Joseph Lomena, Ketua Komisi Road and Trek PB ISSI, Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (26/7/2004).Josep juga menambahkan bahwa dana memang menjadi kendala sehingga rencana melakukan Tour de Indonesia dari Sumatera dibatalkan. "Ini memang masalah dana, kalau memang ada mengapa tidak digelar dari Palembang sesuai rencana," ujarnya. (key/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads