detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 27 Jan 2012 23:00 WIB

Kaltim Bidik 3 Besar di PON 2012

- detikSport
Samarinda - Kalimantan Timur memasang target prestasi 3 besar pada pelaksanaan event empat tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 di Provinsi Riau, September mendatang. Bonus Rp 250 juta pun menanti bagi atlit peraih medali emas.

Target itu dinilai bukan main-main. Pada event SEA Games 2011 lalu di Palembang dan Jakarta, atlit Kaltim yang membela kontingen merah putih sukses menyumbangkan 54 medali, dimana 21 diantaranya adalah medali emas.

“Kalau target juara umum itu tidak mungkin. Kalau target 3 besar, itu wajar,” kata Ketua KONI Kaltim Harbiansyah Hanafiah saat memberikan keterangan resmi di kantor KONI Kaltim, Jl Kesuma Bangsa, Samarinda, Jumat (27/1/2012).

Sederetan fasilitas sarana dan prasarana olahraga yang tidak jarang digunakan untuk menggelar kejuaraan nasional maupun internasional, kini menjadi tempat atlit untuk melakukan pemusatan latihan.

Termasuk sejumlah cabang olahraga (cabor) yang menjadi andalan Kaltim seperti pencak silat, renang, menembak, gulat serta atletik diyakini mampu mendulang prestasi dan berbicara banyak dalam persaingan dengan daerah lain di tanah air.

“Ada fasilitas olahraga di Kompleks Stadion Utama Kaltim, di Kompleks Stadion Sempaja serta GOR Segiri yang menjadi lokasi pelaksanaan kejuaraan-kejuaraan, sekarang tengah digunakan untuk pemusatan latihan,” ujar Harbiansyah.

“Fokus kita adalah PON Riau. Serangkaian kejuaraan-kejuaraan yang kita gelar maupun diikuti atlit Kaltim, meski meraih prestasi, tetap kita lakukan evaluasi untuk meraih prestasi emas di PON Riau,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Harbiansyah, meski KONI Kaltim tahun ini hanya memperoleh anggaran Rp 80 miliar dari usulan Rp 200 miliar, hal itu bukan merupakan hambatan untuk pembinaan atlit meraih prestasi. Meski begitu, diakuit Harbiansyah, sejumlah anggaran untuk kegiatan yang tidak begitu penting, terpaksa harus mengalami pemangkasan.

“Efisiensi anggaran pasti ada untuk kegiatan yang tidak perlu. Kita tidak boleh putus asa dikarenakan anggaran terbatas ini. Kalaupun nanti mentok anggaran kurang, baru kita laporkan ke Gubernur. Yang jelas, Gubernur sudah pastikan bonus Rp 250 juta bagi atlit peraih emas di PON Riau,” terang Harbiansyah.

“Kalaupun ada beberapa cabor yang menjalani pemusatan latihan di luar negeri, yang pasti itu bukan pendanaan dari KONI. Melainkan dari bapak angkat atau donatur yang peduli dengan perkembangan prestasi olahraga di Kaltim semisal dari perusahaan-perusahaan,” tutup Harbiansyah.

Sekadar diketahui, pada pelaksanaan PON XVII 2008 lalu, Kaltim yang bertindak sebagai tuan rumah finis ketiga di bawah juara umum Jawa Timur dan DKI Jakarta dengan perolehan medali dengan 116 emas, 110 perak serta 115 perunggu.



(rin/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com