PON XVI Tempat Pejabat Memburu Dana
Jumat, 30 Jul 2004 11:41 WIB
Palembang - Menjelang penyelenggaraan PON XVI pada September mendatang, Gubernur Sumsel tampaknya masih memburu dana. Seorang anggota Dewan pun menilai PON XVI ini bukan ajang kompetisi sepakbola tapi ajang pejabat ramai-ramai memburu uang.Tampaknya PON XVI ini selalu kekurangan dana. Dari si penggagasnya yakni Rosihan Arsyad, mantan Gubernur Sumsel, dan penggantinya Syahrial Oesman, dana tetap menjadi persoalan dalam penyelenggaraan PON XVI pada 2-14 September mendatang di Sumsel.Jadi tidak heran bila seorang anggota DPRD Sumsel, menilai PON XVI bukan ajang atlet berkompetisi tapi ajang para pejabat berebut uang."Saya melihat sejak para panitia PON dirombak habis oleh Syahrial Oesman, persiapan menjadi berantakan. Bayangkan sejumlah fasilitas olahraga dan penginapan belum juga diselesaikan. Padahal sudah ratusan miliar rupiah dana yang dikeluarkan," kata anggota Dewan itu minta namanya jangan disebut, kepada detikcom (29/7/2004) di rumahnya, Bukitbesar, Palembang.Bahkan, entah joke atau bukan, kata dia, sebenarnya panitia pelaksana PON XVI sebagian besar menginginkan pesta olahraga itu dibatalkan lalu diundurkan."Ya, mereka berharap ada bencana alam, seperti gempa bumi atau kabut asap akibat kebakaran hutan, sehingga ada alasan penyelenggaraan PON ditunda." kata anggota Dewan yang kembali terpilih dalam Pemilu 2004 itu.Selain itu, tambahnya, para panitia juga khawatir akan ada kecelakaan dalam pelaksanaan PON itu. "Ada beberapa gedung atau fasilitas olahraga yang dibangun serba cepat, dan khawatirkan bangunannya tidak kuat," katanya. Pernyataan anggota Dewan itu beralasan, sebab misalnya meskipun telah dibantu sejumlah perusahaan migas di Indonesia sebesar Rp 35 miliar, Syahrial masih minta tambahan sebesar Rp 15 miliar dari perusahaan migas itu. "Dari sekitar Rp 30 Miliaran itu genap kelah (tambahkan) Rp 50 M. Dan mungkin provinsi lain juga setuju. Karena kita menganggap tuan rumah PON ini bukan hanya Sumsel, tetapi provinsi lain juga terlibat," kata Syahrial Oesman sambil bergurau dalam kata sambutannya pada Peresmian GOR Ranau dan GOR Dempo di Jakabring, Rabu (28/7/2004) kemarin. Saat itu hadir Deputi Umum BP Migas, Bangun Usman Harahap menyatakan usulan tersebut akan disampaikan ke Pusat.Untuk diketahui bantuan yang telah diberikan perusahaan migas kepada pemerintah Sumsel sebesar Rp 35 miliar. Masing-masing dari Pertamina membantu Rp 9,4 miliar, lalu PT Medco Energi & P Indonesia senilai Rp 10,5 miliar, Kemudian PT Conoco Philips Resources senilai Rp 10,6 milar. (key/)











































