Tinju Piala Wapres Segera Digelar

Tinju Piala Wapres Segera Digelar

- Sport
Rabu, 15 Feb 2012 14:00 WIB
Jakarta - Untuk mengembalikan kejayaan tinju Indonesia, Pertina membuat sebuah upaya dengan menggelar turnamen tinju amatir nasional memperebutkan Piala Wakil Presiden.

"Salah satu agenda yang akan dipersiapkan untuk menciptakan petinju amatir adalah menyelenggarakan turnamen Piala Bergilir Wakil Presiden (Wapres) pada 24-29 Maret 2012 di Cibubur," ujar Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Reza Ali kepada wartawan usai bertemu Wapres Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (15/2/2011).

Reza mengatakan, tujuan diadakan turnamen yang akan digelar pertama kalinya tahun ini adalah sebagai ajang seleksi bagi atlet tinju amatir Indonesia menuju prestasi internasional, khususnya bisa bertarung dalam Olimpade Rio de Janeiro pada tahun 2016. Apalagi, turnamen ini sangat didukung oleh Wapres untuk mengembalikan kejayaan tinju nasional pada tahun 70-an, 80-an, dan 90-an.

"Dari turnamen ini akan disiapkan petinju yang siap bertarung dalam Olimpiade di Rio de Janeiro," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reza menjelaskan, turnamen ini sangat penting, karena melalui turnamen ini bisa mengasah para petinju yang belum punya jam terbang tinggi. Sebab, seorang petinju amatir idealnya bertarung di kancar Internasional jika telah bertanding minimal 200 kali.

"Itu untuk bertarung di kancah internasional, Sementara seorang petinju di Indonesia untuk bertarung ditingkat SEA Games telah bertarung 20-30 kali," terang Reza.

Sementara itu, Ketua Harian PB Pertina Michael Watimena mengatakan turnamen Wapres rencananya akan diikuti hingga 150 petinju yang berasal dari seluruh Provinsi di Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa Wapres Cup dengan Presiden Cup adalah dua turnamen yang berbeda, mengingat Wapres Cup adalah bertujuan mencari dan membina petinju nasional, sementara Presiden Cup berskala internasional yang diikuti oleh petinju internasional.

"Jadi dua turnamen itu jangan disalahartikan seakan-akan ada dua matahari. Dua turnamen itu adalah hal yang berbeda," tuturnya.

(a2s/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads