SARO Minta PON XVI Diundur

SARO Minta PON XVI Diundur

- Sport
Sabtu, 31 Jul 2004 17:12 WIB
Palembang - Reaksi negatif masyarakat Palembang terhadap penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI di Sumatra Selatan tampaknya mulai kelihatan. Solidaritas Kaum Miskin Kota (SARO) di kota "Pempek" ini minta PON XVI diundur. Ini demi menjaga nama baik masyarakat Sumsel."Kami menyarankan agar penyelenggaraan PON XVI diundur. Sebab menurut kami persiapan yang dilakukan panitia pelaksana PON XVI masih kurang," kata Muhammad Sulaiman, koordinator Solidaritas Masyarakat Miskin Kota (SARO), saat jumpa pers, di sekretariatnya, Jalan Ratu Sianom, 2 Ilir, Palembang, Sabtu (31/7/2004).Ketidaksiapan panitia pelaksana itu terlihat dari sejumlah fasilitas olahraga dan penginapan atlet yang belum rampung atau sempuran. "Bahkan Gubernur kan minta tambahan dana untuk kebutuhan pembangunan sarana olahraga. Itu artinya membuktikan Sumsel belum siap betul," kata Sulaiman.Tapi, yang lebih penting, kata Sulaiman, proyek olahraga itu sama sekali tidak menguntungkan kaum miskin kota di Palembang."Coba Anda contohkan kegiatan ekonomi yang mempunyai dampak langsung bagi kaum miskin kota. Justru yang terjadi sebaliknya. Demi PON banyak sekali dana rakyat yang diambil. Belum lagi terjadi penertiban demi keindahan kota sehingga banyak kaum miskin kota yang berdagang di kaki lima kehilangan pendapatannya," kata Sulaiman. Jadi agar tidak memalukan masyarakat dan pemerintah di Sumsel, sebaiknya jadwal pelaksanaan PON XVI diundur. Lalu disusun program yang lebih real, efektif, dan propagandis untuk memajukan Sumsel. "Kalau hanya membuat saro (susah), ya, nggak perlu dipaksakan," tegas Sulaiman. (key/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads