Jelang Olimpiade Athena
Dayung Tanpa Target
Senin, 02 Agu 2004 22:39 WIB
Jakarta - Dua atlet Indonesia di cabang dayung tidak diberi target meraih medali di Olimpiade Athena bulan ini. Karena faktor fisik, atlet-atlet Eropa masih sulit ditandingi.Di cabang ini kontingen Merah-Putih akan diwakili Sarce Arronggear dan Pere Karoba. Sarce bakal turun di nomor kano 500 meter tunggal, sedangkan Pere di nomor dayung single scull 2000 meter.Dipaparkan pelatih Dede Rochmat, kedua atlet asal Papua itu hanya diberi target memperbaiki catatan waktunya. Untuk mendulang medali masih dirasa sulit karena dari segi fisik kalah dari atlet Eropa. Apalagi di Athena yang berlaku hanya kelas open di mana tinggi dan bobot atlet di tiap nomor tidak dibatasi."Di Olimpiade hanya ada kelas open. Kita kalah tinggi badan, jadi sulit bersaing dengan pedayung-pedayung lainnya seperti Eropa dan Australia,β terang Dede di Gedung Koni, Senayan, Jakarta, Senin (2/8/2004).Ditambahkan Dede, catatan terbaik dunia saat ini berkisar tujuh menit 35 detik sampai 7 menit 40 detik, sementara Pere catatan waktu terbaiknya adalah 8 menit satu detik.Selain memperbaiki waktu, Pere diharapkan masuk daftar peringkat dunia. Pedayung nomor satu dunia saat ini berasal dari Rusia, nomor dua atlet Kanada. "Kelemahan saya adalah tinggi badan, apalagi bertarung di kelas open yang tidak ada batasnya. Tetapi selama berlatih di Jatiluhur daya tahan dan power saya semakin meningkat," kata Pere, yang lolos ke Athena setelah menjadi juara ketiga kualifikasi Olimpiade pada Juni lalu di Shanghai. Adapun Sarce tidak bisa hadir di pengukuhan karena mengalami bisul di selangkangan, jelas pelatih kano Suryadi. Tetapi tim dokter memastikan Sarce masih bisa ikut di Olimpiade."Untuk sarce tidak ada target, hanya menambah pengalaman. Waktu terbaik Sarce satu menit 59 detik. Pesaing terkuatnya Hongaria dan Jerman karena tinggi badan," ujar Suryadi. (a2s/)











































