Sebelumnya, Wakil Ketua Umum KOI, Erick Thohir, menyatakan bahwa untuk kebutuhan kontingen, KOI membutuhkan dana Rp 86 miliar. Dana tersebut nantinya untuk pembiayaan pemberangkatan, akomodasi, dan ofisial.
"Pengajuan ini akan kita pelajari, karena sebanyak itu sangat tidak mungkin kita penuhi. Sedangkan APBN hanya menyiapkan Rp 26 miliar lebih sedikit, termasuk dengan Paralympic. Dan, itu sudah disahkan," ucap Pelaksana harian Sekretaris Kemenpora Djoki Pekik Irianto, saat dihubungi wartawan, Jumat (24/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KOI harus mencari sumber lain dan kami akan membantu proses tersebut. Dan, perusahaan-perusahaan BUMN bisa menjadi salah satu pilihan untuk menutupi kebutuhan ini, atau bisa juga dari sponsor," ungkap Djoko.
Meski demikian, Djoko berharap KOI dapat merinci dana tersebut lebih efisien dan menentukan kebutuhan-kebutuhan yang lebih penting.
"Misalnya saja untuk pendamping atlet. Kalau tidak terlalu dibutuhkan, maka jangan diberangkatkan. Apalagi atlet juga belum pasti, walaupun target awal memang 50 orang. Yang jelas, tidak mungkin semua bisa kita penuhi," tandasnya.
(mfi/mfi)











































