"Kita akan menghadap Menpora terkait hal itu. Dan kami yakin, Menpora pasti menolak penambahan 3 cabor sebagaimana yang dinginkan KONI Pusat. Dan kami dari pengurus KONI daerah jelas menolak penambahan itu," kata Ketua Harian KONI Riau, Yuherman, dalam perbincangan dengan detiksport, Selasa (27/3/2012) di Pekanbaru.
Yuherman menyebut, jika sekalipun SK penetapan nantinya telah diteken Ketum KONI Tono Suratman, hal itu bukanlah merupakan final yang tidak bisa diganggu gugat. Soalnya, pelaksanaan PON merupakan keputusan penuh dari pemerintah dalam hal ini Kemenpora.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga diungkapkan Ketua Harian KONI Jawa Timur (Jatim), Dhimam Abror. Menurutnya, sejumlah KONI daerah akan terus melakukan lobi sekaligus menjelaskan duduk persoalan yang akan dihadapi jika pemaksaan kehendak tetap dilakukan Ketum KONI Pusat.
"Seperti yang disebutkan KONI Riau, kita juga yakin Menpora pasti akan menolak usulan Ketum KONI Pusat itu. Kiranya, KONI Pusat tidak melakukan pemaksaan kehendak dalam penambahan 3 cabor tersebut," kata Abror.
Menurutnya, saat ini hanya ada 7 KONI daerah yang memiliki 3 cabor tambahan itu. Selebihnya masing-masing KONI tidak memiliki persiapan apapun. Apalagi Panitia PB PON di Riau juga tidak memiliki persiapan apapun jika hal itu dipaksakan.
"Janganlah KONI Pusat memaksakan kehendaknya dengan mengabaikan aspirasi daerah. KONI Jatim yang memiliki atlet di 3 cabor itu saja dengan jelas menolak. Kalau masih dipaksakan juga, kita tidak akan ikut mempertandingkan 3 cabor tersebut," tegas Abror.
(a2s/mrp)











































