Hal itu dikatakan Ketua Harian PB. PON 2012 Riau, Syamsurizal, kepada detiksport, Rabu (28/3/2012) malam WIB.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Menpora memutuskan membolehkan drumband, hoki dan dansa diikutkan dalam PON tahun ini asalkan diikuti sejumlah provinsi yang telah lolos kualifikasi, dan tidak ada daerah yang menggantikannya apabila yang sudah lolos itu tidak mendaftar selambat-lambatnya 4 April.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia lalu menerangkan, hoki bisa diperlombakan dengan syarat diikuti 8 provinsi yang telah lolos kualifikasi. Namun, menurut Syamsurizal, tujuh di antaranya sudah menyatakan menolak. Artinya, sisa satu provinsi itu tidaklah memenuhi syarat dari pemerintah.
"Drumband juga begitu. Syaratnya 10 provinsi yang telah lolos kualifikasi. Tapi tujuh daerah sudah mengirim pesan pada PB PON untuk tidak ikut. Sisanya tinggal tiga, dan itu berarti gugur pula."
Mengenai dansa, dari 16 daerah yang telah lolos kualifikasi, 11 telah menyatakan mundur pada pihak PB PON. Masih ada 5 pprovinsi yang kemungkinan tetap ikut, dan itu memenuhi syarat minimal partisipan yang ditetapkan Menpora.
"Namun, PB PON berdasarkan masukan dari lembaga-lembaga adat dan tokoh-tokoh agama menyatakan tidak menggelar cabor tersebut. Alasannya, dansa dinilai tidak sesuai dengan tatanan adar masyarakat melayu Riau yang identik dengan Islam," tutur Syamsurizal.
"Pemerintah sudah mencoba mengakomodir, tapi tiga cabor tersebut nantinya akan gugur. Ini bukan sebuah skenario, tapi solusi terbaik supaya masing-masing pihak tidak saling menyalahkan," tutup dia.
(cha/a2s)











































