Stadion Utama Sriwijaya Berutang pada Guru & Pelajar

Jelang PON XVI

Stadion Utama Sriwijaya Berutang pada Guru & Pelajar

- Sport
Selasa, 10 Agu 2004 21:45 WIB
Jakarta - Peresmian Stadion Utama Sriwijaya di Jakabaring Palembang beberapa waktu lalu ternyata meninggalkan sejumlah persoalan. Misalnya honor dan uang makan untuk guru dan pelajar, yang menjadi pengisi acara peresmian stadion yang dilakukan Presiden Megawati Soekarnoputri itu, ternyata belum dibayar."Saya dikejar-kejar utang. Dari tukang tenda sampai para guru dan pelajar yanghonornya belum saya bayarkan. Untungnya untuk uang makan mereka saya atasi dengan uang simpanan istri saya," kata seorang panitia peresmian stadion yang akan dijadikan pembukaan PON XVI itu, kepada detikcom, di sela-sela kedatangan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Novotel, Jalan R. Sukamto, Palembang, Selasa (10/8/2004).Menurut orang yang tidak mau disebutkan jati dirinya ini, gubernut Sumatera Selatan belum mencairkan dana kekurangan sebesar Rp 138 juta."Dana keseluruhan proyek itu sebesar Rp 195 juta, tapi baru dikasih Rp 57 juta. Jadi, ya, ini saya harus menghindar dari kejaran orang yang menagih utang," katanya.Untuk diketahui dalam peresmian itu sekitar 1.200 pelajar, 30 guru, dan 100 penari dilibatkan dalam konsfigurasi pembukaan. Mereka selain diberi transportasi dan makan, juga dijanjikan honor. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads