Bob Hasan Dikeluarkan dari IOC
Rabu, 11 Agu 2004 06:00 WIB
Jakarta - Keanggotaan Mohammad 'Bob' Hasan di Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang sempat dibekukan akhirnya mencapai keputusan final. Secara resmi ia dikeluarkan dari keanggotaan IOC.Seperti dilansir AP, Selasa (10/8/2004), IOC memutuskan untuk mengeluarkan Bob Hasan dari keanggotaanya. Tindakan ini diambil setelah adanya rekomendasi dari Dewan Etika IOC. Pada pertemuan di Athena anggota-anggota eksekutif yang hadir, mayoritas suaranya menyetujui keputusan pengeluaran Bob Hasan dari IOC. 101 suara setuju, 3 menolak, 6 abstain dan tiga lainnya tidak sah.Sebelum pemilihan suara, IOC telah memberikan kesempatan kepada Bob Hasan melakukan pembelaan secara tertulis. Dalam pernyataannya, Bob Hasan mengaku bahwa kasus korupsi yang membelitnya hanyalah imbas masalah politik dan masalah itu sama sekali tidak menodai nama baik IOC. Apalagi dengan adanya hasil putusan Pengadilan Tinggi, nama baiknya telah kembali bersih. "Tetap menjadi anggota IOC adalah keinginan besar saya," tulis Bob Hasan.Meski demikian, pembelaan tertulis Bob Hasan tidak membawa hasil signifikan. Dewan Etika IOC menolak semua argumennya dan merekomendasikan pemecatan keanggotaan. Dikeluarkannya Bob Hasan dari IOC sendiri dilatar belakangi oleh kasus pidana korupsi pemotretan dan pemetaan hutan ilegal yang mengakibatkan Indonesia rugi hingga 200 juta dolar. Setelah dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun pada tahun 2001, IOC pun membekukan keanggotaan Dewan Eksekutif Bob Hasan pada 15 Februari 2001.Kemudian pada Februari 2004 Bob Hasan dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi dan masa tahanannya di LP Nusakamabangan dikurangi empat tahun. Di bulan yang sama Bob Hasan kembali terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PB PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) masa bakti 2004-2008. Ini untuk ketujuh kalinya ia terpilih sebagai ketua umum cabang olahraga tersebut.Sementara itu Presiden IOC Jacques Rogge menyatakan bahwa setiap anggota IOC harus bisa mentaati dan menghargai aturan etika yang berlaku. Masalah korupsi bagi IOC adalah salah satu hal yang sangat tidak dapat ditoleransi. "IOC akan selalu menetapkan tidak ada sama sekali toleransi untuk doping dan korupsi atau penggelapan lainnya. Kami terapkan pada atlet dan kami juga terapkan kepada diri kami sendiri (IOC)," ujar Rogge. (erk/)











































