Dari keterangan yang dihimpun detikSport, Hardi menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (16/4) malam, saat sedang mengikuti program pelatihan pembentukan karakter (Character Building), di Pusat Latihan Kepemimpinan Yonif 611 Awang Long yang diikuti atlet dan pelatih, di kawasan Lempake, Samarinda Utara.
"Sejak Senin pagi hingga sore, tidak ada kegiatan fisik. Saya juga sempat memberikan motivasi kepada peserta. Kegiatan saat itu dilakukan malam hari dengan menelusuri areal pelatihan sejauh kurang lebih 1 kilometer," kata Dandim 0901 Samarinda Letkol Inf Junaidi M, dalam keterangan resminya kepada wartawan, Selasa (17/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada yang sakit, diminta untuk mengangkat tangan. Pertanyaan dan permintaan ini diulang hingga 5 kali pertanyaan kepada peserta," ujar Junaidi.
Sedangkan salah satu instruktur program Character Building, Kapten Inf Tommy, menambahkan dalam kegiatan malam itu paling lambat memakan waktu 30 menit.
"Selama perjalanan, Pak Hardi dan teman-temannya tercatat 5 kali istirahat. Beliau (Hardi) dan teman-temannya sampai di finish sekitar pukul 21.15 WITA."
"Setibanya di finish, Pak Hardi tiba-tiba mengeluhkan dadanya terasa sakit dan langsung ambruk di sekitar garis finis. Melihat kondisi itu, tim kesehatan yang sudah bersiaga langsung memberikan bantuan oksigen dan dibawa ke ambulan. Nyawa beliau sudah tidak tertolong," beber Tommy.
Dalam kesempatan itu pula, Komandan Puslatda PON XVIII Kaltim Zuhdi Yahya dan Ketua Bidang Umum Ahmad Subhan menegaskan tidak ada aktivitas kontak fisik selama character building berlangsung.
(krs/roz)










































