Tewasnya Peterjun Theo Mandagi
Penyebab Musibah Belum Diketahui
Kamis, 12 Agu 2004 11:15 WIB
Jakarta - Hingga hari Kamis (12/8/2004) siang ini panitia belum dapat memastikan penyebab tidak terbukanya payung dipergunakan Theo Mandagi sehingga atlet terjun payung kawakan itu meninggal dunia.Seperti diberitakan sebelumnya, Theo tewas ketika beraksi pada acara pemecahan rekor 100 peterjun yang diadakan di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (11/8/2004) petang WITA. Ia jatuh bebas ke bumi dari ketinggian sekitar tujuh kilometer di atas permukaan laut karena payungnya tidak terbuka.Menurut ketua panitia Nisfu Chasbullah, sampai saat ini kronologi dan penyebab terjadinya musibah tersebut masih diselidiki oleh sebuah tim yang disebut security official. Ia berharap dalam dua hari ke depan penyelidikan sudah membuahkan hasil.Ditambahkan Nisfu, karena masih dalam suasana berkabung, event bertajuk βSeratus Citra Anak Bangsaβ hari ini diliburkan, namun besok akan dilanjutkan kembali sampai Sabtu (14/8/2004). Meskipun target awal sudah tercapai kemarin siang, yakni pecahnya rekor formasi kerja sama di udara 100 orang, namun panitia akan mencoba mengejar rekor lain yang mungkin bisa dilakukan. Misalnya menambah jumlah peterjun menjadi 103 atau mencoba formasi-formasi lain.βPihak keluarga almarhum sendiri yang mengatakan agar musibah ini jangan sampai menganggu acara ini,β ujar Nisfu saat dihubungi detikcom, Kamis (12/8/2004).Sementara itu jenazah almarhum telah diterbangkan ke kediamannya di Manado, Sulawesi Utara, dengan pesawat Hercules sekitar pukul 09.30 WITA. Sebelumnya juga diadakan terlebih dahulu upacara perkabungan yang dikoordinir pihak TNI Angkatan Udara. Sembilan peterjun nasional turut mengantarkan jenazah dari Bali. (a2s/)











































