Asisten Pelatih Jakarta Pertamina Sucipto mengatakan, tim mampu menerapkan serangan dengan baik serta lebih unggul dalam memblok bola. "Kita juga menang dalam open bola," ujarnya seusai pertandingan.
Ia berharap kemenangan ini bisa meningkatkan semangat timnya untuk menghadapi tiga lawan lain di Final Four seri pertama ini. "Mudah-mudahan ini bisa menjadi semangat untuk pertandingan berikutnya," harap dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka memang lebih bagus," tutur Mashudi.
Dalam kesempatan itu Mashudi juga menyampaikan keluhannya hingga memilih hengkang dari Pertamina. Ia berdalih keputusannya mundur dari Pertamina lantaran didera sakit gula darah. "Saya sakit, jangan digandoli," ucap dia.
Ungkapan Mashudi ini mengundang reaksi dari kapten tim Pertamina Didik Irwadi, yang meminta mantan pelatihnya itu menegaskan terkait mundur. "Kapan anda pastikan mundur, kami belum terima surat resminya," tanya Didik.
Perdebatan kemudian terjadi antara Didik bersama Mashudi di ruang jumpa pers. Mashudi tanpa mempedulikan keberadaan Pertamina terus mempertanyakan perihal haknya belum terlunasi.
Terlihat emosi, Sucipto memilih meninggalkan ruang jumpa pers, sementara mashudi terus mengungkapkan kekesalannya kepada awak media.
Tengah asyik mengoceh Mashudi mendadak dihampiri seseorang yang mengaku sebagai manajer tim putri Jakarta TNI AU Kolonel Nelson Noak. Ia meminta Mashudi agar terus membeberkan keluhanya terhadap media massa. Pemain Pertamina juga ikut meluruk Mashudi hingga menuju bus.
(a2s/a2s)











































