Ketika Sudirman-Thamrin Jadi Lintasan Balap Sepeda

Ketika Sudirman-Thamrin Jadi Lintasan Balap Sepeda

- Sport
Minggu, 17 Jun 2012 19:44 WIB
Ketika Sudirman-Thamrin Jadi Lintasan Balap Sepeda
detiksport/Lucas Aditya
Jakarta - Sepakan seusai gelaran Tour de Singkarak, satu ajang balap sepeda berskala internasional kembali dihelat di Indonesia. Bertajuk Polygon Tour de Jakarta, balapan digelar di jalanan utama ibukota

Sekitar 64 pebalap yang berasal dari 11 tim asal Indonesia, dan empat tim dari luar negeri berpartisipasi dalam balapan yang berlangsung pada hari Minggu (17/6/2012), dengan rute di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin itu.

Jumlah peserta dan tim lebih sedikit dari yang direncanakan. Dari sekitar 80 pebalap yang diprediksi bakal turun, karena permasahan lisensi, hanya 66 orang yang turut start. Satu tim yakni Pengprov ISSI DKI Jakarta juga tidak hadir menjelang start.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena pengurangan tersebut, penghitungan ulang ulang harus dilakukan menjelang lomba. Secara "manual" dengan alat pengeras suara, panitia mengabsen satu per satu nama seluruh peserta di garis start.

Memulai start 'bayangan' di pukul 10.00 WIB dari depan Gedung KONI Pusat, Senayan, peserta lomba memulai dengan menggenjot pedal sepedanya dengan santai. Sesampainya di garis start utama di Jalan Jenderal Sudirman, adu kecepatan menempuh 15 lap dengan jarak total sekitar 160 kilometer pun dimulai.

Pada awalnya, acara balap sepeda jalan raya ini akan berlangsung selama 20 putaran -- berputar di Bundaran HI. Namun karena ada beberapa pertimbangan, balapan pun harus dipangkas lima lap.

"Memang awalnya kami berencana melangsungkan lomba selama 20 putaran. Namun karena ada beberapa alasan termasuk masalah waktu yang tidak cukup, dan jika terlalu lama balapan juga akan berjalan tidak menarik lagi," jelas Perry H. Josohadisoerjo yang merupakan Chairman Tour de Jakarta.

Dalam pantauan detiksport selama 15 lap berlangsung, persaingan ketat masih terjadi hingga lap ke delapan. Selewat itu, persaingan memperebutkan podium hanya terjadi di rombongan lima pebalap utama yakni, Chris Joven (American Vinnyl-LPMG), Hari Fitrianto (Pengprov ISSI Jawa Timur), Rastra Patria (Collosi Racing Team), Nunung Burhanudin (Putra Perjuangan Bandung), dan Hamid Shirisisan (Uzbekistan Suren).

Joven akhirnya keluar sebagai juara setelah mencatatkan waktu terbaik tiga jam 31 menit 15 detik. Disusul Fitrianto di posisi kedua yang mencatatkan waktu dua detik lebih lama.

Kemenangan pebalap asal Filipina itu semakin lengkap setelah di akhir lomba tim American Vinnyl-LPMG juga dinobatkan menjadi juara kategori tim. Ada di peringkat dua dan tiga kategori ini adalah tim Pengprov ISSI Jawa Timur dan Putra Perjuangan Bandung.

"Senang bisa menang di sini. Kunci kemenangan saya ada di tiga lap terakhir. Ini hasil yang lengkap karena American Vinnyl juga menyabet gelar juara di kategori tim. Ini semua berkat hasil kerja keras seluruh tim," jelas Joven seusai lomba.

Satu hal yang patut disayangkan dari ajang Polygon Tour de Jakarta tahun ini adalah minimnya perhatian warga Jakarta. Bahkan beberapa dari mereka yang berada di sekitar Sudirman-Thamrin tidak mengetahu bahwa sedang berlangsung sebuah event olahraga berskala internasional.

"Ini acara apa ya, Mas? Kok sampai tidak bisa lewat jalur cepat?" tanya Imam Syafrudin, salah seorang warga kepada detiksport.



Memang tidak banyak kerumunan massa yang menyempatkan diri untuk menyaksikan jalannya lomba. Keramaian hanya ada di sekitar garis start dan finish, dan itupun lebih didominasi oleh peserta, pihak penyelenggara dan sejumlah komunitas pecinta olahraga sepeda.


(a2s/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads