Jelang PON XVI
‘Tidak Ada Pungutan Penginapan’
Jumat, 20 Agu 2004 23:00 WIB
Palembang - Keluhan beberapa kontingen yang dimintai iuran akomodasi PON XVI dibantah pemerintah daerah setempat. Pungutan tersebut, kalaupun ada, pasti dilakukan oleh pihak di luar panitia.Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah atlet ski air dan dayung asal propinsi Sulawesi Tengah, Jawa Timur, dan jawa Barat yang telah berada di Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengaku diminta uang sebesar Rp 350 ribu per hari per kontingen untuk biaya akomodasi.Mereka merasa heran karena sejak semula dijanjikan gratis oleh panitia. Jika iuran tersebut memang diberlakukan, mereka tidak mau menaatinya dan lebih rela mendirikan tenda di dekat perkebunan kelapa sawit atau sekadar membentangkan karpet.Namun oleh pemda setempat hal tersebut dibantah. Ditegaskan Kasubag Humas Pemkab OKI, Edwar Chandra, pihaknya tidak pernah menugaskan siapapun untuk memungut biaya penginapan kepada setiap kontingen. Seluruh akomodasi untuk ofisial, atlet ski air, dan dayung di Teluk Gelam gratis, meskipun mereka datang lebih awal."Pungutan resmi itu tidak ada dari Pemkab OKI. Bisa saja itu oknum di luar tanggung jawab Pemkab OKI," kata Edwar kepada wartawan di kantornya di Kayuagung, OKI, Jumat (20/8/2004).Hingga hari ini sudah sebelas kontingen yang telah berada di Teluk Gelam, yakni Papua, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Nangroe Aceh Darussalam, Jatim, Jambi, Jabar, Sulteng, Sumbar, Maluku, dan Sumsel. Mereka telah melakukan latihan pengenalan medan berdasarkan shift yang disepakati bersama. (a2s/)











































