Peraih Emas Tolak Peluru Doping

Olimpiade 2004

Peraih Emas Tolak Peluru Doping

- Sport
Senin, 23 Agu 2004 02:47 WIB
Jakarta - Satu lagi atlet diketahui menggunakan doping di Athena 2004. Peraih medali emas pertama di cabang atletik, Irina Korzhanenko, dinyatakan positif memakai zat haram tersebut.Berdasarkan hasil tes pada sampel urin Korzhanenko, ditemukan steroid jenis stanozolol pada atlet asal Rusia itu. Stanozolol adalah jenis doping yang juga pernah membuat pelari Kanada Ben Johnson kehilangan medali emasnya di Olimpiade 1988.Korzhanenko adalah atlet tolak peluru yang merupakan peraih emas pertama dari cabang atletik. Pada pertandingan hari Rabu (18/8/2004) itu ia mencatat lemparan terbaik 21,06 meter. Itulah lemparan pertama dalam empat tahun yang melewati jarak 21 meter.Atlet wanita berusia 30 tahun itu diberi kesempatan mengajukan pembelaan kepada komisi disiplin IOC. Namun jika tetap terbukti bersalah, ia bakal diskorsing dua tahun. Medali emas yang diraihnya pun bakal dialihkan kepada atlet Kuba Yumileidi Cumba Jay yang sebelumnya merebut perak.Uniknya, Korzhanenko pernah dilarang tampil dua tahun karena kasus serupa. Pada 1999 ia batal mengoleksi medali perak di kejuaraan dunia indoor karena tidak lulus tes doping. Ia pun absen di Olimpiade Sydney 2002. Tahun lalu Korzhanenko comeback dan merengkuh titel juara dunia indoor di Birmingham, Inggris, dan menduduki peringkat keempat di kejuaraan dunia outdoor di Paris, Prancis. Konfirmasi positifnya tes doping Korzhanenko, Minggu (22/8/2004) malam WIB, datang di hari yang sama dengan nasib yang dialami Leonidas Sampanis. Lifter Yunani itu menjadi atlet pertama di Olimpiade 2004 yang dianulir medalinya. Sampanis memungut medali perunggu di kelas 62 kg sebelum diketahui memakai testosterone.Sejauh ini sudah sembilan lifter termasuk Sampanis yang gagal tes doping. Seorang petinju Kenya juga sudah dikirim pulang karena tes dopingnya positif.Wasit kena skorsingSementara itu skorsing juga dikenakan kepada seorang wasit cabang anggar. Joszef Hidasi asal Hongaria dilarang memimpin pertandingan selama dua tahun karena dinilai membuat banyak kesalahan saat mengadili partai final team foil putra antara Italia versus Cina.Hidasi melakukan enam kesalahan penilaian yang cenderung menguntungkan Italia, yang kemudian menang 45-42. Meski demikian peraih medali tidak diubah karena dalam aturan keputusan wasit tidak bisa diganggu gugat. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads