Demikian ditegaskan Andi Mallarangeng tentang kesiapan Indonesia dalam Olimpiade 2012 di London. Ini disampaikannya usai pelepasan resmi kontingen oleh Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/7/2012).
"Jangan pandang enteng cabang lain, sebab bisa ada kejutan dari situ," ujar Andi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk cabang atletik, dikirim dua orang atlet. Sedangkan panahan, menembak, anggar dan renang masing-masing satu orang atlet.
"Panahan kita pernah dapat emas juga (sic)," papar menpora.
Indonesia sesungguhnya belum pernah meraih emas dari cabang panahan. Prestasi terbaik yang diraih adalah medali perak pada Olimpiade 1988.
Khusus untuk menembak, kali ini Indonesia mengirimkan Diaz Kusumawardhani. Meski usianya baru 16 tahun, menpora yakin Diaz akan memberikan yang terbaik bagi bangsa.
"Memang kita tidak menargetkan apa-apa bagi dia, karena ini yang pertama kali ikut dan baru umur 16 tahun. Tapi dia sendiri juga ingin memberikan yang terbaik," yakinnya.
Lebih lanjut menpora menyatakan pemerintah menyiapkan anggaran untuk bonus bagi para atlet peraih medali. Nilainya sama seperti yang sebelum-sebelumnya.
"Untuk setiap emas Rp 1 milyar, perak Rp 400 juta dan perunggu Rp 250 juta. Ini berlaku baik buat beregu maupun perorangan," jelas Mallarangeng.
(lh/din)











































