PON XVI Korbankan Wong Kecil?

PON XVI Korbankan Wong Kecil?

- Sport
Rabu, 25 Agu 2004 00:00 WIB
Palembang - Hajatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI di Palembang dinilai beberapa aktivis setempat mengorbankan kepentingan rakyat kecil, misalnya anak-anak jalanan dan pedagang kaki lima (PKL).Dituturkan Rina Bakrie, aktivis perempuan dan anak dari Yayasan Puspa Indonesia, upaya Palembang dalam bersolek guna mempercantik dirinya justru dilakukan dengan cara tidak simpatik. Pemerintah daerah setempat malah menggaruk puluhan anak jalanan, pemulung, atau gelandangan di semua pusat keramaian, terutama di jalan-jalan."Baru di Palembang, menjelang event olahraga seperti ini pemerintah mengorbankan anak-anak jalanan. Sementara event itu sama sekali tidak mendatangkan kebaikan bagi anak jalanan yang mencari makan dengan berjualan koran, mengamen, atau kaum miskin kota lainnya. Jakarta yang menggelar event international saja tidak sampai menangkapi anak jalanan," keluh Rina Bakrie kepada detikcom di kantornya di bilangan Cempaka Dalam, Palembang, Selasa (24/8/2004).Menurutnya, akan sia-sia jika Palembang sukses menyelenggarakan PON dan wajah ibukota Sumatera Selatan itu menjadi indah, namun sejumlah wong kecil malah menderita.Selain penggarukan anak-anak jalanan, pedagang kaki lima juga merasakan dampak dari persiapan PON di daerahnya itu. Salah satunya dialami para pedagang di Pasar Lemabang. Pagi tadi puluhan warung, lapak, gerobak atau los mereka dibongkar dan diangkuti oleh polisi pamong praja yang dibantu aparat kepolisian. "Buat apa kalau diadakan PON kalau kami harus mati kelaparan. Semoga saja tidak sukses pesta olahraga yang ngabisin duit itu," cetus Atun, seorang pedagang buah yang warungnya dibongkar paksa para petugas.Beberapa waktu yang lalu, juga dengan alasan PON, para pedagang pagi di Pasar 16 Ilir Palembang dipaksa pindah ke Pasar Induk Jakabaring, meskipun pembangunan pasar tersebut belum selesai."Sebenarnya PON ini hanya menimbulkan kesengsaraan bagi wong kecil. Lihatlah nanti setelah penyelenggaraan PON. Kalau kami sih setuju PON ditunda atau dipindahkan," kata Muhammad Sulaiman, aktivis SARO (Solidaritas Masyarakat Miskin Kota) kepada detikcom beberapa waktu lalu. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads