Selama Olimpiade, PSK Dilarang Beroperasi di Jalanan

Selama Olimpiade, PSK Dilarang Beroperasi di Jalanan

- Sport
Senin, 23 Jul 2012 14:48 WIB
Selama Olimpiade, PSK Dilarang Beroperasi di Jalanan
ilustrasi (Getty Images/Christopher Furlong)
London - Pihak penyelenggara Olimpiade 2012 ingin pesta olahraga terbesar di dunia itu berlangsung dengan lebih rapi. Demi tercapainya hal tersebut, prostitusi jalanan di Kota London pun dibersihkan.

Dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, pihak kepolisian di London Timur telah menutup paksa sekitar 80 rumah bordil. Ditutupnya rumah-rumah bordil ini kemudian malah membuat para pekerja seks berkeliaran di jalan dalam menjajakan jasanya.

"Dalam dua tahun terakhir, kami melihat aktivitas nyata dari pihak kepolisian dalam hubungannya dengan pekerjaan seks di wilayah penyelenggaraan Olimpiade," ungkap Georgina Perry, orang yang menjalankan Open Doors, sebuah proyek pemerintah untuk membantu prostitusi di London Timur, seperti dikutip AFP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa wanita yang menjual seks mengalami begitu banyak penutupan rumah bordil sehingga mereka sekarang bekerja di jalanan, dan itu merupakan tempat yang jauh tidak aman," katanya.

"Wanita-wanita itu kemudian diminta oleh polisi untuk pindah dari area itu. Mereka tidak diinginkan selama Olimpiade," ujar Perry.

Di Inggris, prostitusi adalah legal. Namun, otoritas negara tersebut melarang rumah bordil dan aktivitas yang berkaitan.

Pihak kepolisian Metropolitan London membantah penutupan rumah bordil ini ada kaitannya dengan penyelenggaraan Olimpiade. Menurut mereka, tindakan ini adalah bentuk respons atas keluhan masyarakat.

"Setiap tindakan polisi yang berkaitan dengan prostitusi diambil sebagai bagian dari tanggung jawab normal kepolisian," demikian keterangan juru bicara kepolisian.

(mfi/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads