Dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, pihak kepolisian di London Timur telah menutup paksa sekitar 80 rumah bordil. Ditutupnya rumah-rumah bordil ini kemudian malah membuat para pekerja seks berkeliaran di jalan dalam menjajakan jasanya.
"Dalam dua tahun terakhir, kami melihat aktivitas nyata dari pihak kepolisian dalam hubungannya dengan pekerjaan seks di wilayah penyelenggaraan Olimpiade," ungkap Georgina Perry, orang yang menjalankan Open Doors, sebuah proyek pemerintah untuk membantu prostitusi di London Timur, seperti dikutip AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wanita-wanita itu kemudian diminta oleh polisi untuk pindah dari area itu. Mereka tidak diinginkan selama Olimpiade," ujar Perry.
Di Inggris, prostitusi adalah legal. Namun, otoritas negara tersebut melarang rumah bordil dan aktivitas yang berkaitan.
Pihak kepolisian Metropolitan London membantah penutupan rumah bordil ini ada kaitannya dengan penyelenggaraan Olimpiade. Menurut mereka, tindakan ini adalah bentuk respons atas keluhan masyarakat.
"Setiap tindakan polisi yang berkaitan dengan prostitusi diambil sebagai bagian dari tanggung jawab normal kepolisian," demikian keterangan juru bicara kepolisian.
(mfi/a2s)











































