Aksi yang dilakukan pria itu bukanlah sebuah aksi heroik. Bukan pula sebuah akting karena tak ada kamera film di sekitarnya. Pria itu melompat dari ketinggian delapan meter untuk melakukan protes.
"Ini benar-benar hal yang gila. Dia bisa membunuh dirinya sendiri," ujar jurubicara otoritas Port of London seperti dilansir Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi kemudian menangkapnya dengan tudingan pelanggaran ketertiban umum.
Mengapa pria itu melompat? Usut punya usut, dia adalah salah seorang sopir taksi yang bekerja di jalanan kota London. Dia, bersama rekan-rekannya belakangan ini, memprotes kebijakan Olimpiade yang memberikan jalur khusus untuk atlet, offisial, dan jurnalis di beberapa bagian jalan.
Sementara itu, di sisi lain kota London, ratusan taksi membunyikan klakson mereka di dekat kantor Walikota Boris Johnson. Para sopir taksi itu memprotes hal yang sama. Mereka takut terjebak dalam kemacetan dan kehilangan pemasukan yang cukup besar.
Kebijakan memberikan jalur khusus untuk atlet, offisial, dan jurnalis bukanlah satu-satunya kebijakan yang dikeluarkan dalam rangka Olimpiade. Sebelumnya pihak penyelenggara mengeluarkan peraturan bahwa Selama Olimpiade, PSK dilarang beroperasi di jalanan.
(roz/a2s)











































