Sebelum Nur Suryani Mohamed Taibi, tercatat ada tiga atlet perempuan hamil lain yang pernah berpartisipasi di Olimpiade. Tetapi, Suryani berbeda. Dengan kondisinya yang tengah hamil delapan bulan, dia meraih rekor sebagai atlet dengan usia kehamilan tertua dalam sejarah olimpiade musim panas.
Meski pada mulanya ia ragu untuk ikut ambil bagian di Olimpiade karena kondisinya tersebut--terlebih tak sedikit pula warga Malaysia menudingnya nekat--, toh dia tetap pergi ke London karena tampil di Olimpiade adalah mimpinya sejak dulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa orang menilai aku gila. Banyak juga yang menyebut aku egois. Tetapi aku tak peduli dengan apa yang mereka katakan. Aku hanya berkonsentrasi terhadap apa yang jadi mimpiku selama ini," lanjut dia.
Dengan usia kandungan yang sudah tua, Nur Suryani selalu mengajak anak dalam rahimnya berbincang sebelum melakukan beragam aktivitas, termasuk ketika akan bertanding.
"Pada hari pertandingan, paginya aku bicara dengan bayiku, 'Nak, ibu akan bertanding hari ini. Ibu harap kamu bisa tenang sejenak. Setelah ibu selesai, lakukan apa saja yang kamu mau'."
"Hamil membuatku memiliki keseimbangan antara depan dan belakang. Badanku menjadi stabil. Kelak, ketika anakku lahir, aku akan mengatakan kepadanya bahwa ia adalah pembawa keberuntungan. Belum lahir, kamu berhasil membuatku meraih kemenangan di Olimpiade," tuntas perempuan 29 tahun perebut emas Commonwealth Games 2010 dan perunggu di SEA Games 2012 lalu.
(din/rin)











































