PON XVI
Jakabaring, Riwayatmu Dulu
Senin, 30 Agu 2004 18:24 WIB
Jakarta - Siapa yang menyangka jika Jakabaring akan menjadi seperti hari ini. Menjadi daerah yang akan dikunjungi ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia, untuk bertarung atau menyaksikan berbagai pertandingan olahraga dalam PON XVI. Dulu, Jakabaring yang terletak di Palembang Ulu oleh masyarakat Palembang disebut sebagai “tempat jin buang anak”. Maksud julukan itu, daerah yang sebagian besar rawa-rawa dan semak ini merupakan daerah yang terasing dan di dalamnya hidup berbagai jenis binatang buas, seperti buaya, ular dan macan.Namun dalam perkembangannya daerah ini menjadi daerah perkebunan dan persawahan. Sejumlah sayuran dan beras yang beredar di Palembang pada tahun 1980-an banyak didatangkan dari Jakabaring. Tetapi, di akhir tahun 80-an putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana bersama gubernur Sumsel saat itu, Ramli Hasan Basri, berencana mereklamasi Jakabaring. Lalu, awal tahun 1990-an, keluarlah surat pembebasan lahan oleh gubernur Sumsel seluas 500 hektar. Dikabarkan, Jakabaring akan direklamasi menjadi daerah perkantoran, perumahan dan pasar. Ratusan pemilik lahan di Jakabaring harus merelakan tanahnya diambil oleh pemerintah. Yang menyedihkan, lahan mereka banyak yang diganti rugi hanya berkisar Rp 700 per meter. Terjadi perlawanan dari rakyatm tapi sia-sia. Ketika Soeharto jatuh, warga yang lahannya digusur melakukan pendudukan kembali. Sekitar 50 hektar tanah mereka kuasai untuk perkebunan dan pesawahan. Tetapi, pada tahun 2001, Gubernur Sumsel Rosihan Arsyad punya rencana menyelenggarakan PON XVI di Sumsel. Maka tak ayal, ratusan warga yang menduduki lahan di Jakabaring diusir. Sebagian dari mereka memilih bertransmigrasi. Nah, hari ini, di Jakabaring berdiri Stadion Gelora Sriwijaya, yang diklaim sebagai stadion terbesar di Indonesia setelah Stadion Gelora Bung Karno. Selain itu di Jakabaring berdiri sejumlah gedung olahraga, perkantoran, perumahan atlet, perumahan penduduk, dan Pasar Induk. Di Jakabaring juga terdapat kantor Poltabes Palembang dan PLN Sumbagsel. Apa yang didapatkan warga Jakabaring? Secara ekonomi mungkin mereka tidak diuntungkan. Saat ini mereka mungkin hanya dapat berkata, “Lahan Stadion Gelora Bumi Sriwijaya itu dulunya kebun milik nenekmu.” (a2s/)











































