Dari penelusuran detikcom, permintaan mobil sewaan sudah sangat tinggi. Tak heran jika para pengusahan rental mobil memanfaatkan peluang bisnis ini dengan menaikkan harga jasanya itu.
Untuk jenis mobil Avanza keluaran tahun 2011 dan 2012, misalnya, ditawarkan harga Rp 450 ribu dengan lepas kunci. Sedangkan untuk sistem all in dibanderol Rp750 ribu. Angka itu sekitar dua kali lipat dibanding tarif di hari-hari biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk jenis Kijang Innova, ditawarkan Rp1 juta (all in), atau Rp 700 ribu (lepas kunci) per hari. Biasanya, untuk mobil jenis tersebut dihargani Rp 400 ribu (lepas kunci). Artinya, kenaikan bahkan lebih dari 100 persen.
"Memang lumayan mahal. Tapi ya mau bagaimana lagi. Hampir di setiap daerah kalau ada acara seperti ini, ya di mana-mana sama saja," kata Ruskin Basuki (37) seorang kontingen dari Jambi.
Tak cuma mobil sewaan, bahkan ojek motor pun sudah lebih mahal dari biasanya. Umumnya seorang pengojek motor minta dibayar Rp 150 ribu per hari, di luar bensin dan makan, untuk melayani (misalnya) wartawan yang punya mobilitas tinggi dalam pekerjaannya.
Ada pula yang menyewakan sepeda motornya dengan sistem lepas kunci, alias si penyewa mengendarai sendiri motornya. Untuk jasa ini, satu motor ditarif Rp 100 ribu per hari. Biasanya sewa motor harian ini "cuma" Rp 40 ribu.
"Ya kapan lagi bang, kita mendapat rezeki dari PON ini. Kalau harganya di bawah itu, mending narik biasa saja," ujar pengojek motor bernama Simon (40), yang mengaku siap mengantar wartawan peliput PON ke sana-sini dengan tarif Rp 150 ribu/hari itu.
(a2s/roz)
