Wartawan Sempat Sulit Meliput Venue Menembak

PON XVIII

Wartawan Sempat Sulit Meliput Venue Menembak

- Sport
Sabtu, 01 Sep 2012 15:45 WIB
Wartawan Sempat Sulit Meliput Venue Menembak
Pekanbaru -

Venue menembak yang hingga kini belum selesai pengerjaaannya termasuk salah satu yang paling sering disoroti media massa. Untuk meliput perkembangannya pun wartawan sempat terhambat.

Soalnya, untuk menjalankan tugas ke venue yang belum jadi itu pun jurnalis diharuskan membawa surat izin tertulis dari Pemprov Riau.

Itulah yang dialami sejumlah wartawan saat hendak memantau venue tersebut hari ini, Sabtu (1/9/2012). Saat tiba di lokasi, letaknya di tepi jalan lintas timur menuju kota Dumai, mereka tidak diperkenankan oleh securiti dan pihak kontraktor (dari PT. Perumahan Pembangunan).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walaupun sudah menunjukkan kartu pers, ternyata wartawan juga diminta membawa surat dari Pemprov, dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau.
Β 
"Kalau tidak membawa surat keterangan, tidak diperkenankan liputan. Kami hanya menjalankan tugas di sini," kata seorang petugas kepada wartawan.
Β 
Sementara itu, Plt Kadispora Riau, Emrizal Pakis, ketika dikonformasi detikcom menyebutkan, pihaknya tidak bermaksud melarang wartawan untuk meliput di sejumlah venue yang ada. Tidak juga tidak pernah mengintruksikan harus membawa surat keterangan dari instansinya.
Β 
"Kami tidak pernah mengintruksikan harus membawa surat keterangan. Saya kira untuk liputan ke venue cukup menunjukan kartu pers saja sudah boleh masuk kok," kilah Emrizal.
Β 
Emrizal juga tidak menampik, bila kondisi bangunan fisik venue menembak belum terselesaikan sampai saat ini. Namun menurutnya, pihaknya tidak menghalangi wartawan untuk melihat kondisi yang ada.
Β 
"Kami tidak pernah menghalangi wartawan untuk melihat kondisi venue. Hanya saja mungkin pelaksanaan di lapangan ada pihak pengamanan yang di tempat pihak perusahaan. Kalau dihalangi bilang saja, bahwa wartawan sudah berkoordinasi dengan saya," kata Emrizal.
Β 
Sebagaimana diketahui, venue menembak ini memang diakui Menpora Andi Malarangeng akan dioperasikan dengan kondisi minimalis. Pihak panitia meyakinkan bahwa venue tersebut akan rampung tiga hari sebelum pembukaan pada 9 September.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads