Tim Futsal Kalsel Kecele, Panitia Jemput Kontingen Mulai 2 September

PON XVIII

Tim Futsal Kalsel Kecele, Panitia Jemput Kontingen Mulai 2 September

- Sport
Sabtu, 01 Sep 2012 17:35 WIB
Tim Futsal Kalsel Kecele, Panitia Jemput Kontingen Mulai 2 September
Pekanbaru - Mengira akan dijemput panitia, tim futsal Kalimantan Selatan sempat menunggu selama tiga jam di bandara. Namun menurut panitia, penjemputan baru dimulai 2 September.

Rombongan Kalsel yang berjumlah 22 orang itu mendarat di bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, menjelang siang hari ini, Sabtu (1/9/2012), jam 10.30 WIB.

Semula mereka akan langsung meneruskan perjalanan darat ke Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), karena venue cabang futsal ada di Tembilahan, ibukota Inhil. Perjalanan darat bisa menghabiskan waktu 10 jam dari bandara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, setelah menunggu sampai 13.30 WIB, karena mengira dan berharap ada penjemputan dari panitia, mereka akhirnya memutuskan menyewa kendaraan sendiri.

"Kita paham pihak panitia saat ini sangat sibuk, yang tentunya tidak semuanya sempurna. Namun yang kita harapkan adalah, andaikan kami memang tidak dijemput, kami juga tidak masalah. Tapi keterangan itu yang tidak kami dapatkan dari panitia," kata Koordinator Tranportasi KONI Kalsel, Edi Sukarno kepada wartawan, di Bandara SSK.

Sementara itu, pihak panitia bidang transportadi Dishub Riau, Edi Sukiatnadi ketika dikonfirmasi detikcom mengakui pihaknya memang tidak punya agenda menjemput tim Kalsel. Alasannya, pihak panitia baru ditugaskan menjemput seluruh tim yang ada di Bandara SSK II mulai 2 September.

"Itu bukan salah kita. Karena bidang transportasi baru bertugas menjemput seluruh kontingen yang datang terhitung besok. Jadi kalau ada yang datang sebelum 2 Septmber itu menjadi tanggungan kontingen sendiri," kata Edi.

Sementara itu, kemarin tim dayung Sumatera Selatan mengeluhkan kondisi dermaga di tempat perlombaan, yakni di Teluk Kuantan, ibukota Kabupaten Kuantan Singigi (Kuansing), yang berjarak sekitar 150 km dari Pekanbaru.

Tim Sumsel yang sudah di lokasi sejak hari Rabu menilai dermaga untuk menyandarkan sampan terlalu tinggi dari permukaan air sungai Kuantan tersebut.

"Dermaga cukup tinggi dari permukaan air. Ini bisa membuat sampan rusak karena akan selalu berbenturan dengan tiang penyangga besinya," ujar pelatih Hasrul Sani.

"Sekarang ini kami untuk latihan harus mencari permukaan tanah yang cukup dekat dengan air. Dan setiap selesai latihan, kami harus menggotong sampan kami. Ini jelas merepotkan dan bukan standar nasional sebagaimana biasanya," sambung dia.

Selain kondisi dermaga, sampan untuk latihan pun belum disediakan panitia. Alhasil, kontingen yang sudah datang belum bisa berlatih di air, melainkan baru sebatas latihan fisik di darat.

"Kami bisa latihan dayung, karena sampanya kami minta dikirim dari Palembang. Itu karena kami dekat. Kalau yang jauh gimana nasibnya," kata Sani.

PON XVIII akan dimulai pada 9 September dan berakhir pada 20 September.



(a2s/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads