Kabut Asap Ancam Ganggu PON XVI
Selasa, 31 Agu 2004 18:30 WIB
Jakarta - Akibat kebakaran hutan di Tanjungbatu, kabut asap mulai bergerak ke Palembang. PON XVI pun terancam terganggu penyelenggaraannya. Pada Minggu (29/8/2004) lalu terjadi kebakaran hutan di daerah Tanjungbatu, Ogan Komering Ilir (OKI) sekitar 60 kilometer dari Palembang. Imbas dari kebakaran hutan itu ternyata cukup besar, menimbulkan kabut asap yang cukup bisa melumpuhkan pergerakan sebuah kota. Berdasarkan pemantauan detikcom, sekitar pukul 16.00 WIB tadi, kabut asap mulai terasa di kawasan Jakabaring yang terdapat perkampungan atlet PON. Meski pandangan masih jelas pada jarak satu kilometer, namun mata mulai terasa pedih. Sedangkan pandangan pada jarak yang sama di kawasan Stadion Gelora Sriwijaya atau Jembatan Ampera sudah mulai kabur.Kondisi itu diperkirakan kian memburuk selama bulan September ini. Apalagi menurut Badan Meteorology dan Geofisika (BMG) Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, puncak panas di Palembang terjadi pada September dan beberapa titik api berada di daerah yang dekat dengan Palembang. "September adalah puncak panas. Dan ini memungkinkan menimbulkan banyak titik api. Nah, apabila titik api banyak berada di Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI) dan Lampung, maka Palembang akan diselimuti kabut asap, sebab arah angin utara," kata Kepala BMG SMB II Palembang Suyatim kepada wartawan di kantornya, Jl.Kolonel Burlian Palembang, Selasa (31/8/2004). "Kalau kabut asap ini kian menebal para atlet yang mengikuti PON akan terganggu, seperti atlet sepakbola, menembak, hoki, sofbol, pokoknya yang bertanding di lapangan terbuka." "Yang lebih mengkhawatirkan adalah mengganggu penerbangan yang menuju dan keluar dari Palembang," tandas Suyatim.Dengan adanya kabut asap, Palembang sebagai tuan rumah benar-benar tengah diuji kemampuannya untuk menyukseskan penyelenggaraan event olahraga nasional bergengsi ini.Bisakah ? (erk/)











































