Hanya Pempek yang Nikmati PON XVI
Kamis, 02 Sep 2004 17:46 WIB
Palembang - Ada 4 objek yang membuat orang selalu ingat Palembang, yakni Sungai Musi, pempek, jembatan Ampera dan buah duku. Sayangnya, hanya pempek yang paling berperan di PON XVI ini. Lainnya tidak tereksplorasi.Memang hampir di setiap lokasi pertandingan atau penginapan, makanan pempek mudah sekali didapatkan. Dari harga yang cuma Rp300 per iris hingga Rp2000 per iris, baik yang terbuat dari ikan sungai maupun ikan laut.Bahkan, beberapa waktu lalu, saat peresmian Stadion Gelora Sriwijaya, tempat dilangsungkannya pembukaan PON XVI, dibuatlah pempek terpanjang di dunia. Pempek pun jadi populer di event olahraga nasional terbesar itu. Namun nasib tak enak dialami Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) dan Sungai Musi. Jembatan Ampera, misalnya, dalam menghadapi PON XVI hanya direnovasi sedikit saja.Wajah jembatan yang dibangun pemerintahan Soekarno dari tahun 1962 hingga 1964 ini hanya dipoles dicat kuning dan biru, lalu diberi lampu dan jam. Tetapi, adakah salah satu kegiatan dalam PON XVI ini yang mengeksploitasi jembatan tersebut? Jawabnya tidak ada. Jembatan ini hanya dijadikan lalu lintas para atlet. Tak ada event yang menggunakan Ampera. Misalnya atraksi terjun bebas, atraksi pesawat layang yang melintas di bawah jembatan Ampera, atau pembungkusan jembatan seperti yang pernah dilakukan terhadap Monas.Dan yang lebih ironis mungkin nasib Sungai Musi. Sungai yang panjangnya mencapai lebih kurang 500 kilometer itu, sama sekali tidak digunakan untuk berbagai pertandingan olahraga air, seperti dayung atau menyelam. Dayung sendiri dilangsungkan di danau Telukgelam, Ogan Komering Ilir (OKI) sedangkan menyelam di Musi Banyuasin.βCoba kalau dayung itu di Sungai Musi, seperti lomba perahu bidar. Mungkin meriah nian. Banyak orang yang menikmatinya,β kata Safruddin, seorang karyawan Pertamina, Plaju, kepada detikcom di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Kamis (2/9/2004).Sementara itu, untuk buah duku mungkin sudah apes nasibnya bagi petani duku di Sumsel. Biasanya, setiap bulan September para petani di Sumsel seperti di Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu sudah memulai panen. Namun sampai saat ini duku belum juga dipanen.βKalau musim duku, saya bisa dapat duit,β tutur Idris, seorang pedagang buah di Jalan Ahmad Yani, Palembang.Kali ini nasib boleh buruk untuk Jembatan Ampera, Sungai Musi dan buah duku. Tetapi ini bisa saj berbalik jika Gubernur Sumsel Syahrial Oesman bisa menggolkan obsesinya sebagai tuan rumah SEA Games di Indonesia yang tentu saja melibatkan kota Palembang. (erk/)











































