Poltabes Palembang Bantah Aparat Pukul Pelatih Sumut
Senin, 06 Sep 2004 00:32 WIB
Palembang - Poltabes Palembang membantah jika salah satu aparatnya memukul pelatih tim sepakbola Sumatra Utara, Rachman Gurning, saat terjadi perkelahian massal di pertandingan antara Sumut dan Lampung, di Stadion Patrajaya, Plaju, Palembang, Minggu (5/9/2004).βTak ada pemukulan. Tetapi, kita juga akan melakukan penelusuran kebenaran informasi tersebut. Yang jelas, aparat kami melerai perkelahian itu,β kata Kasat Intelpam Poltabes Palembang AKP Ratno Kuncoro, di Media Center PON XVI, Jakabaring, Palembang, Minggu (5/9/2004) malam.Menurut Ratno, pada saat perkelahian beberapa pemain Lampung, seperti Frans Sinatra, terpojok oleh para pemain Sumatra Utara. Bahkan, Ratno juga menambahkan bahwa beberapa anggotanya terkena pukulan saat melerai mereka. "Jumlahnya lebih banyak pemain Sumut. Melihat posisi itu aparat kami mengamankan para pemain Lampung, dan mencoba melerai. Tetapi, justru beberapa aparat kami yang terkena pukulan pemain Sumut,β kata Ratno.Saat itu Kapolsek Sungaigerong, Palembang, AKP Jhodi W, menembak ke atas untuk menenangkan keadaan. βTak ada pemukulan itu,β bantah Ratno lagi. Meskipun begitu Ratno terus menelusuri kebenaran pengakuan pelatih Sumut itu.Pelatih Sumut Rachman Gurning ini mengaku sempat mendapatkan pukulan dari aparat saat berusaha melerai anak asuhnya. Manajer sepakbola Sumut Erwin Lubis menyatakan protes keras tindakan aparat polisi yang melakukan pemukulan terhadap Rachman Gurning. (key/)











































