Rio Haryanto telah merampungkan musim pertamanya di ajang GP2. Mengaku puas dengan pencapaiannya sebagai rookie, ia menatap musim depan dengan penuh optimisme.
GP2 yang merupakan "kelas terakhir" menuju Formula 1, dilalui Rio dengan cukup baik. Dari total 24 balapan, ia 10 kali finish di posisi 10 besar. Total ia mengumpulkan 38 poin bersama tim yang ditopang Marussia F1, Carlin.
Ditemui di paddock timnya di sela-sela aksinya di seri terakhir di Sirkuit Marina Bay, Minggu (23/9/2012), Rio menuturkan review-nya kepada detiksport β yang ke Singapura atas undangan Telkomsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rio mengakui, musim pertamanya di GP2 ini cukup keras. Selain kompetisinya lebih tinggi dibanding ajang dia sebelumnya, ia juga menghadapi lawan-lawan yang memiliki pengalaman lebih lama ketimbang dirinya.
"Sebagai rookie saya mencoba untuk bersaing dengan mereka," ujarnya.
Pencapaian terbaik Rio adalah di Valencia, Spanyol, ketika finish nomor lima di race pertama. Ia sempat berpeluang menang dan naik podium di Belgia, tapi kemudian bernasib sial karena ada insiden dengan pebalap lain.
"Jadi, overall sangat memuaskan. Kami berencana dari awal dua tahun di sini (GP2). Jadi tahun pertama ini untuk pelajaran dan mudah-mudahan di tahun kedua bisa lebih kompetitif lagi, lebih bagus."
Rio juga telah mendapatkan kesempatan mengikuti tes dengan mobil tim Marussia F1 di Silverstone pada Juli lalu. Dari situ ia mendapatkan superlisensi F1.
"Mudah-mudahan mungkin tahun depan akan ada pergantian pebalap (di Marussia F1). Tapi yang jelas Saya masih ingin fokus di GP2. Mudah-mudahan nanti kalau result sudah semakin bagus, mudah-mudahan akan ada deal lagi dengan Marussia," imbuh Rio.
(rin/a2s)











































