PON XVI
Wong Palembang Ingin Jabar Juara
Senin, 06 Sep 2004 23:03 WIB
Jakarta - Hubungan wong Palembang dengan Sunda sudah terbangun sejak Kesultanan Palembang. Bahkan bangsawan wanita Palembang juga menggunakan gelar Nyimas yang biasa digunakan orang Sunda. Tak heran di PON XVI ini, kebanyakan wong Palembang menginginkan Jabar menjadi juara umum.Konon, selama masa perjuangan kemerdekaan hingga jatuhnya pemerintahan Soekarno tahun 1967, banyak sekali wong Palembang yang menikah dengan orang Sunda. Ini dikarenakan banyak perwira dari Siliwangi yang bertugas di Palembang, demikian juga sebaliknya. Selanjutnya, sejak era 1970-an hingag sekarang, banyak pelajar dari Palembang yang kuliah di Bandung. Sebut saja Hatta Radjasa sebagai contoh orang sukses dari Palembang yang mencari ilmu di Bandung. Nah, dalam PON XVI ini, Jawa Barat memiliki banyak sekali pendukung, meskipun mereka tidak memintanya. Setiap kali tim atau pemain dari Jawa Barat turun, para penonton Palembang spontan mejadi suporternya. Suasana ini terasa sekali di pertandingan bulutangkis, bola voli, dan beberapa cabang lainnya. "Tak tau, mungkin karena aku pernah kuliah di Bandung, jadi aku senang saja dukung tim Jabar," kata Yulianti, seorang ibu yang berparas cantik, yang tampak antusias mendukung tim bola voli putra Jabar saat berhadapan dengan DKI Jakarta, di GOR Sriwijaya, Jalan POM IX, Palembang (6/9/2004). Suasana yang sama juga dirasakan dalam pertandingan bulutangkis. Antusias penonton terhadap para pemain Jawa Barat sangat luar biasa. Misalnya saat Jabar menghadapi DKI Jakarta. "Aku pengen nian (ingin sekali) kalau Jabar melewati DKI. Kok kalah sikok (satu) emas terus," kata Hasan, seorang petugas kebersihan Media Center PON XVI. "Nenek aku nih orang Cirebon. Jadi, aku harus dukung. Senang nian kalau Jabar juara umum dalam PON ini. Pengennya Sumsel juara umum, tapi tidak mungkin. Kalau DKI juara umum, ya, biasa saja. Jakarta 'kan tempat ngumpul semua atlet hebat dari daerah," tambahnya. (lom/)











































