Saat Sejumlah Jalan di Palembang Dicuci

Saat Sejumlah Jalan di Palembang Dicuci

- Sport
Rabu, 08 Sep 2004 01:10 WIB
Palembang - Boleh percaya atau tidak, selama pelaksanaan PON XVI, sejumlah jalan di Palembang dicuci. Bukan apa-apa, musim kemarau ini memang membuat jalanan di Palembang berdebu. Berdasarkan pemantauan detikcom dalam dua hari ini, sejumlah petugas dari Dinas Tata Kota Palembang saat malam hari mencuci sejumlah jalan di Palembang. Misalnya Jalan Kapten A. Rivai, sebuah jalan yang terdapat kantor Gubernur Sumsel, perkantoran sejumlah bank, serta perkantoran pemerintah lainnya. Pencucian jalan ini tentu saja menarik perhatian masyarakat Palembang. "Wong susah dengan banyu (air), petugas lemak bae (enak saja) membuang banyu (air) ke jalan. Buat apo jalan dicuci cak (seperti) itu," kata seorang penjual rokok di dekat swalayan Dika II. Memang, selama pelaksanaan PON XVI ini, musim kemarau benar-benar ini membuat jalanan dan tumbuhan di Palembang mengering dan berdebu. Kondisi alam seperti ini dapat mendatangkan berbagai penyakit. Misalnya, sejumlah wartawan yang bertugas di PON XVI, satu per satu mulai terserang flu atau masuk angin. Yang mungkin mengherankan adalah kenapa selama pelaksanaan PON XVI ini saja jalan-jalan di Palembang dicuci. Apakah malu jalanan di Palembang berdebu? To, musim kemarau di mana pun tempat pasti menciptakan debu. Tetapi, ya, mencuci jalan merupakan tindakan yang bagus. Hanya, tindakan ini kalau bisa terus dilakukan selama musim kemarau di Palembang, bukan cuma selama pelaksanaan PON XVI. Yang perlu diingat, tindakan ini juga perlu diimbangi dengan mengalirnya air bersih ke rumah-rumah penduduk di Palembang yang dikenal "kota sulit air bersih". (key/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads