Kabut Asap di Jakabaring Menebal

Kabut Asap di Jakabaring Menebal

- Sport
Jumat, 10 Sep 2004 00:53 WIB
Palembang - Kabut asap mulai menebal di Palembang. Bila dalam beberapa hari ini kondisinya memburuk, bukan tidak mungkin para atlet dan official PON XVI terhambat saat pulang ke daerahnya masing-masing.Hingga Kamis (9/9/2004) malam ini, kabut asap mulai menebal di Palembang. Bila dalam beberapa hari ini kondisinya memburuk, bukan tidak mungkin para atlet dan official PON XVI terhambat saat mau pulang ke daerahnya masing-masing. Ancaman kabut asap dalam penyelenggaraan PON XVI di Sumsel, tampaknya mulai terasa di Palembang. Kabut asap ini tentu saja mengganggu para atlet dan official dari beberapa daerah di Indonesia, yang menginap di perumahan atlet di Jakabaring, Palembang."Nafasku terasa sesak, Mas," kata seorang atlet dari Jawa Timur, kepada Detikcom, di kediamannya, di Jakabaring, Palembang.Berdasarkan pemantauan Detikcom, Kamis (9/9/2004) malam ini, ketebalasan asap mulai memburuk dibandingkan dari hari-hari sebelumnya. Jarak pandang juga mulai memburuk. Bila sebelumnya jarak pandang sekitar satu kilometer, saat ini sekitar 200-300 meter. Yang dikhawatirkan, jika asap ini memburuk, bukan hanya sejumlah pertandingan olahraga akan terganggu, tetapi jadwal penerbangan pesawat terhambat, sehingga seusai penutupan PON XVI pada 14 September 2004 . Dipastikan banyak atlet dan official PON XVI dari berbagai daerah di Indonesia tidak dapat melakukan perjalanan pulang melalui udara. Gangguan juga dirasakan para wartawan yang bekerja di Media Center PON XVI yang juga berada di Jakabaring. "Wah, kacau kita kalau asap terus menebal," kata seorang wartawan. Namun, Wakil Kepala Dinas Kesehatan provinsi Sumatera Selatan, dr. Syahrul, saat dihubungi pers (9/9/2004), mengatakan, kabut asap yang telah berlangsung sepekan ini masih dalam kondisi yang belum membahayakan. Menurut Syahrul, pihaknya belum perlu menghimbau kepada warga di Palembang untuk penggunaan masker. Syahrul menambahkan, jika situasi sudah di ambang toleransi pihaknya segera menginfomrasikannya ke masyarakat. Kepala Kantor Infokom Sumsel, Zulkardi, mengatakan Gubernur Sumsel juga mengkhawatirkan soal ancaman asap ini. "Jauh-jauh hari ini Gubernur menyatakan akan memberikan sanksi terhadap siapa saja, termasuk perusahaan, yang melakukan pembakaran dan melahirkan ancaman kabut asap," katanya kepada Detikcom, di Media Center PON XVI. (key/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads