Warna-Warni Suporter PON XVI
Sabtu, 11 Sep 2004 17:31 WIB
Jakarta - GOR Sriwijaya, Jumat (10/9/2004), dipenuhi oleh ratusan penonton taekwondo. Di sisi lapangan satu penonton berbaju oranye asyik bernyanyi, sementara di sisi lapangan lain penonton berbaju hijau membunyikan tetabuh dan gendang.Dari satu sisi lapangan, sayup-sayup terdengar:βJakarta, ayo maju Jakarta, pantang mundur Jakarta jangan ragu Jak Mania bersamamu,βSyair-syair itu merupakan sebuah yel yang didendangkan oleh para suporter DKI Jakarta. Kebetulan, mereka adalah suporter sepakbola Persija Jakarta yang akrab disapa Jak Mania.Lho, di Palembang ada Jak Mania?.Para suporter berbaju oranye ini memang bukan baru hari ini datang ke Palembang. Nyatanya mereka sudah sampai di bumi Sriwijaya sejak tanggal 30 Agustus lalu. Seperti layaknya memberi dukungan kepada Persija, 20-an Jak Mania ini siap dengan yel-yel dan lagu-lagu andalan mereka.Jak Mania sendiri telah dipersiapkan untuk menyanyikan 50 lagu yang berbeda-beda. βLagunya banyak banget mbak, saya sampai nggak hapal,β ucap seorang Jak Mania bernama Ari ketika diminta menyanyikan salah satu lagu βkebangsaanβ mereka kepada Detikcom.Lain Jak Mania lain lagi suporter Jatim. Mereka, yang berseragam hijau-hijau itu, tampak seru mendukung timnya berlaga. Mulai dari yel-yel βKami adalah suporter Jatimβ hingga lagu populer seperti βCucak Rowoβ mereka dendangkan .Ramainya GOR Sriwijaya bukan hanya disebabkan oleh kelompok suporter DKI atau Jatim. Daerah tetangga Jatim, Jateng juga mendatangkan suporter. Bahkan, ada pula segelintir suporter Jabar yang nyelip diantara tiga kelompok yang bajunya berwarna-warni itu.Menurut koordinator suporter DKI, Irwan, suporter asal DKI (Jak Mania) dan Jatim adalah dua kelompok suporter yang loyal dan punya kreativitas paling baik. βSekarang kami kerap bertemu suporter Jateng dan Jabar. Namun mereka kan suporter baru, jadi kreativitasnya masih kurang,β ucapnya.Karena kerap bertemu, suporter Jatim tampaknya menjadi βmusuhβ para suporter DKI. Dalam PON XVI ini, pertemuan antar keduanya sering tak terhindarkan. Kadang mereka tak hanya saling adu kreativitas, namun juga nyaris saling bentrok.Sebabnya sepele saja. Pasalnya jika tak sedang membela atlet dari daerahnya, para suporter Jatim ini mengalihkan dukungan kepada tim tuan rumah Sumatera Selatan.βKalau tuan rumah (Sumsel) main, kami memang belain mereka. Namun dengan catatan mereka tak sedang berhadapan dengan atlet kami,β aku salah satu pengurus forum suporter Jatim Widiyanto.Alhasil Jak Mania bukan hanya berhadapan dengan suporter Jatim saat kedua daerah bertemu. Namun juga ketika DKI bertemu Sumsel. βPernah, kami berantem sama bonek (suporter Jatim). Alasannya? Ya, karena mereka bonek,β ujar seorang Jak Mania menunjuk kericuhan yang sempat terjadi dalam pertandingan judo yang dipicu olehβulahβ suporter Jatim yang membela Sumsel.Meski kedatangan mereka kerap menimbulkan kekhawatiran, para suporter ini mampu memberikan warna-warni pertandingan. Kalau sedang jenuh melihat atlet-atlet berlaga di lapangan, lihat saja sudut yang dipenuhi warna oranye. (mel/)











































