Subhan yang turun di kelas Production World Rally Championship (PWRC), bisa finis di urutan lima klasemen akhir. Pereli tim Bosowa Rally Team (BRT) itu mengoleksi 77 poin hasil dari keikutsertaan di enam seri dan sempat merasakan tiga kali naik podium.
Dua kali podium kedua digapai Ubang (sapaan akrab Subhan) saat membalap di Yunani dan Selandia Baru. Sementara satu podium ketiga dirainhnya ketika berlomba pada seri terakhir di Spanyol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2012 merupakan tahun yang berpengaruh dalam karier saya di reli internasional dan juga ajang pembelajaran saya. Kami yang tampil tanpa target justru bisa mengakhiri musim di peringkat lima dengan torehan 77 poin," jelas Ubang saat menggelar acara ramah tamah dengan para pewarta di Otel Lobby Restaurant, Jakarta, Rabu (19/12/2012) siang.
Performa apik yang berhasil ditunjukkan oleh Ubang di musim 2012 ini membuatnya antusias menatap musim baru. Apalagi dengan kelas baru yang akan dia ikuti, yaitu kelas World Racing Championship 2 (WRC2), pereli 26 tahun terlihat lebih tertantang untuk menorehkan prestasi lebih.
Kelas WRC2 sendiri merupakan penggabungan dari kelas Super 2000 World Racing Championship (SWRC) dengan PWRC. Kelas ini bisa disebut satu tingkat di bawah kejuaraan reli teratas dunia, WRC.
"Kejuaraan musim depan bakal lebih sulit. Karena kelasnya diubah menjadi WRC2 yang merupakan gabungan S-WRC dan P-WRC," terang juara nasional reli tahun 2009, 2010, dan 2012 itu.
"Jadi, saya kira musim depan akan sangat menggairahkan. Bicara target, semua pereli tentu ingin tampil terbaik. Saya pun demikian karena reli bukan lagi sekadar hobi. Pada level WRC kita sudah bicara prestasi. Semoga saja adaptasi dengan mobil dan regulasi baru lancar dan bisa merasakan podium di beberapa seri." harapnya.
(ads/cas)











































