Pak Menteri, Eh, Mas Roy Suryo Sambangi Detiksport

Pak Menteri, Eh, Mas Roy Suryo Sambangi Detiksport

Doni Wahyudi - Sport
Sabtu, 02 Feb 2013 11:35 WIB
Pak Menteri, Eh, Mas Roy Suryo Sambangi Detiksport
detikcom/Agung Prambudhy
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo bertandang ke kantor redaksi detikcom, Jumat (1/2/2013) sore, dan berdiskusi dengan detiksport dan hariandetik tentang permasalahan sepakbola nasional.

Datang bersama istri Ismarindayani Priyanti dan beberapa stafnya, Roy tidak asing dengan detikcom karena pernah beberapa kali mengunjungi markas kami terutama dalam kapasitasnya sebagai pengamat telematika.

"Tapi ini adalah yang pertama saya ke detikcom dengan posisi yang baru ini, sebagai menpora," ucap Roy, yang berbaju batik coklat, saat memulai obrolan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Disampaikan Roy, kedatangannya adalah ingin berdiskusi, bertukar informasi dan tukar pendapat mengenai olahraga khususnya perkembangan sepakbola nasional yang masih ruwet karena konflik berkepanjangan di kalangan elite.

"Saya orang yang belum mengerti dunia ini, sehingga harus mendapat masukan dari banyak kalangan, termasuk media. Saya harus banyak bertanya, mencari data langsung, turun ke bawah, biar dapat cerita, karena saya baru di menpora ini," tuturnya.

Ia juga mengatakan, sejak menjadi menteri tiga minggu yang lalu, dirinya langsung terjun ke lapangan untuk bertemu atlet, mengecek sejumlah tempat latihan dan sarana penunjung olahraga yang lain. Pada Kamis lalu ia mendatangi KONI Jawa Barat antara lain untuk mengetahui persiapan awal provinsi tersebut yang akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2016.

"Blusukan juga dong, Pak?" seloroh Sutarto, redaktur olahraga hariandetik.

"Bukan lah. Namanya bukan blusukan. Istilah blusukan 'kan udah ada yang punya," jawab Roy yang disambut tawa oleh peserta diskusi.



Roy juga sempat "memprotes" kami yang memanggilnya dengan sebutan "Pak Menteri". Ia merasa dari dulu lebih terbiasa dipanggil "Mas", dan merasa orang tidak perlu mengubah panggilan itu.

"Di acara Mata Najwa (Metro TV) kemarin itu, memang saya yang suruh Najwa memanggil begitu (Mas Roy -- Red). Saya ini 'kan menterinya pemuda, bukan menteri orangtua," kelakar pria 44 tahun yang bernama lengkap Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRTMT) Roy Suryo Notodiprojo itu.

Diskusi pun berlangsung dengan serius tapi santai. Kami saling bertukar pandangan dari berbagai perspektif khususnya dalam misi mencari solusi paling baik untuk segera menyelesaikan kisruh sepakbola di tanah air.

Tentang upaya rekonsiliasi, Roy sudah bertemu pihak PSSI dan KPSI termasuk figur yang disebut-sebut berada di belakangnya, yaitu Arifin Panigoro dan Nirwan Bakrie. Namun, saat kami tanya apakah dari pertemuan-pertemuan itu dirinya melihat masih ada itikad mereka untuk berdamai, Roy tampak berhenti sepersekian detik untuk kemudian menjawab, "sepertinya tidak".

Setelah ngobrol selama sekitar satu jam, Roy pun kami daulat untuk mengikuti tradisi kami buat setiap tetamu detik, yaitu berfoto di depan "wall of fame" detikcom.

"Biar ada barang bukti memang sudah bertandang ke detikcom, Mas. 'Kan no pic hoax," canda seorang wartawan kami.

Setelah sesi foto selesai, Roy dan rombongan pun meninggalkan markas kami untuk melanjutkan tugasnya yang lain.

Selamat bertugas, Pak Menteri, eh, Mas Roy.






Baca hasil diskusi Roy Suryo dengan detiksport:

Menpora Janji Akan Tegas Untuk Selesaikan Kisruh Sepakbola
Pemerintah Akan 'Paksa' ISL Soal Timnas, PSSI Diminta Perbaiki Cara Pemanggilan
Kisruh Sepakbola Berkepanjangan, Pemain Harus Kompak




(din/a2s)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads