Sprinter Wanita Kalahkan Pria di Olimpiade 2156 ?

Sprinter Wanita Kalahkan Pria di Olimpiade 2156 ?

- Sport
Kamis, 30 Sep 2004 19:12 WIB
Jakarta - Sebuah penelitian membuat analisia kejutan. Pelari wanita yang beraksi di 100m diperkirakan bisa mengalahkan pria di Olimpiade 2156. Nah, lho ? Dilansir BBC, sekelompok peneliti dari universitas terkenal Oxford mengumumkan hasil penelitiannya atas catatan waktu lari antara wanita dan pria. Ternyata, perbedaan waktu antar gender ini makin kecil. Tahun ke tahun wanita makin bisa memperkecil perbedaan waktu dari atlet pria. Jika ini terus berlanjut maka diperkirakan sprinter wanita jika diadu dengan pria, maka pada kurun waktu 150 tahun ke depan wanitalah yang keluar sebagai juara, tepatnya pada Olimpiade 2156.Demikian dijelaskan oleh Dr Andrew Tatum dari Oxford. Berdasarkan kalkulasi yang telah dilakukani, di tahun 2156 wanita bisa mencatakan waktu 8,079 detik untuk jarak 100m. Lalu bagaimana dengan prianya?Perhitungan itu tentu juga tidak lupa mengkalkulasikan untuk atlet pria. Menurut Dr Tatum, diperkirakan pria mencatat waktu terbaik 8,098 detik untuk 100m.Tanggapan pun berdatangan, mantan sprinter Inggris Derek Redmond mengaku tidak bisa mempercayai hasil peneltian itu. Baginya peningkatan waktu tidak terjadi di kelompok wanita saja, pria pun juga memperbaiki wakti. "Sangat sulit dipercaya, saya memang melihat gap waktu makin sempit. Tapi saya tidak melihat kalau wanita bisa menyingkirkan pria. Atlet pria juga mengalami kemajuan," ujar Redmond. Tidak percaya adalah hal yang sah-sah saja. Namun Dr Tatum sendiri juga mengungkapkan data-data waktu dimana memperlihatkan catatan gap waktu antara pria dan wanita yang cukup menguatkan analisanya. Data Waktu yang Makin BaikDr Tatum menjelaskan kalau secara mutlak bukan berarti wanita bisa mengalahkan pria. Timnya hanya mengungkapkan kalau mereka memprediksikan ada kemungkinan pelari wanita bisa menyalip pria."Kami tidak mengatakan secara kategori kalau wanita akan menyingkirkan pria. Namun kami berpikir itu berpeluang dan hal itu bisa menjadi bahan diskusi.""Hasil yang kami temui, wanita semakin mempersempit gap waktu yang diperolehnya, jadi mungkin suatu hari wanita akan menjadi kekuatan dominan," jelas Tatum Didukung kolega Oxford dari Universitas Southampton dan Kenya, Dr Tatem memperinci data olimpiade sepanjang abad 20 yang menguatkan prediksinya tersebut. Pada saat pertama kali nomor lari 100m wanita dipertandingkan di Amsterdam pada tahun 1928, waktu yang tercatat adalah 12,2 detik sedangkan atlet pria saat itu menoerh waktu 10,8 detik, berarti hanya terpaut 1,4 detik.Dilanjutkan pada Olimpiade 1952, marginnya berubah dan makin keci menjadi 1,1 detik. Saat itu pelari putri tercepat memperbaiki waktunya menjadi 11,5 detik, sementara pria masih di kisaran 10,4 detik.Sementara di olimpiade antara 1988 dan 2000, perbedaanya makin signifian, dengan rata-rata gap di bawah satu detik. Di Olimpiade Athena lalu gap yang tercata adalah 1,08 detik. Berpatokan pada Yuliya Nesterenko dari Belarus yang menjawari lari 100m putri dengan torehan waktu 10,93 detik dan sprinter putra Justin Gatlin (AS) dengan waktu 9.85 detik.Rekor tercepat lari 100m sendiri untuk putra dipegang oleh atlet AS Tim Montgomery dengan 9,78 detik dan untuk putri dicatatkan atas nama Griffith-Joyner (10,49 detik). (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads