Tagih Pembayaran, Subkontraktor Segel Stadion Utama Pekanbaru

Tagih Pembayaran, Subkontraktor Segel Stadion Utama Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - Sport
Senin, 04 Mar 2013 11:13 WIB
Tagih Pembayaran, Subkontraktor Segel Stadion Utama Pekanbaru
Ilustrasi: dok. detikcom
Pekanbaru -

Subkontraktor pembangunan Stadion Utama Pekanbaru mengaku belum dibayar miliaran rupiah. Karena kesal, mereka menyegel stadion yang akan dicek Komite Olaharaga Indonesia (KOI) terkait persiapan Islamic Solidarity Games (ISG).

Ketua KOI Rita Subowo ikut dalam rombongan. Mereka dijadwalkan mengecek kelaikan stadion yang terletak di kawasan Kampus Universitas Riau tersebut, Senin (4/3/2013) sekitar pukul 09.00 WIB. Namun hingga pukul 10.00 WIB, rombongan belum datang. Stadion dalam kondisi tergembok.

Seluruh pintu masuk stadion yang dibangun untuk PON 2012 itu digembok. Ada pula spanduk besar yang dipasang subkontraktor di dekat gerbang dan di dalam stadion. Isinya, "Kami tidak mengizinkan PT PP-Adhi-Wika memakai fasilitas aset milik kami lagi sebelum barang-barang milik kami dibayar tunai, bukan janji palsu". Di bawah kalimat itu tertulis 'Subkon' (Subkontraktor).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak diketahui kapan pekerja subkontraktor menggembok pintu masuk stadion dan memasang spanduk. Namun, sebelumnya, mereka memang mengancam akan melakukan hal itu karena dana pembangunan stadion tak kunjung cair.

Satpol PP datang ke stadion dengan menggunakan satu truk dan 5 mobil pribadi. Saat ini, mereka berusaha membuka akses stadion. Pemprov Riau belum berkomentar soal aksi segel tersebut.

Subkontraktor yang menyelesaikan beragam interior stadion mengaku belum dibayar hingga kini. Tiga perusahaan pemegang kontrak, tak sanggup membayar karena dana pemerintah miliaran rupiah belum cair.

Pembayaran menjadi masalah pelik karena pembangunan stadion itu terkait kasus suap PON yang diungkap KPK. Sejumlah anggota DPRD, kalangan swasta, dan Gubernur Riau Rusli Zainal, jadi tersangka.

Pada pertengahan tahun 2012, pihak subkontraktor membongkar ratusan kursi penonton, peralatan sound system serta papan skor pertandingan. Mereka protes karena konsorsium tak membayar tunggakan sebesar Rp 30 miliar lebih.

Pekanbaru telah ditunjuk sebagai tuan rumah event olahraga internasional Islamic Solidary Games (ISG), yang dijadwalkan digelar Mei/Juni mendatang.


(trw/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads