Menpora Upayakan Dana SEA Games Cair dalam Dua Minggu

Menpora Upayakan Dana SEA Games Cair dalam Dua Minggu

Tya Eka Yulianti - Sport
Selasa, 12 Mar 2013 23:22 WIB
Bandung - SEA Games tinggal hitungan bulan tapi masalah pencairan dana masih jadi kendala besar yang dihadapi. Menpora Roy Suryo berjanji akan berupaya mencairkan dana tersebut dalam dua pekan ke depan.

"Saya masih berjuang hari-hari ini dan Insya Allah dua minggu lagi akan segera kita buat pencairannya," sahut Roy di Bandung, Jawa Barta, Selasa (12/3/2013).

Kemenpora total menganggarkan dana Rp 1,9 triliun untuk SEA Games 2013 yang akan digelar di Myanmar pada 11-22 Desember mendatang. Namun sejauh ini 97%-nya atau sekitar 1,7 triliun masih ditunda pencairannya oleh Kementrian Keuangan. Termasuk di dalamnya adalah dana Rp 250 miliar yang diberikan kepada Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas), yang di antaranya untuk pengiriman atlet ke Sea Games.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Persiapan SEA Games memang terus terang masih ada sedikit kendala dalam pencairan dana. Jadi dana Rp 1,9 triliun anggaran total Kemenpora, 97 persennya itu, Rp 1,7 triliun, masih dalam posisi bintang. Di antaranya, ada dana Rp 250 miliar itu yang diberikan kepada Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas)," papar Roy.

Bukan cuma dana SEA Games saja yang pencairannya masih tersendat, untuk gelaran Islamic Solidarity Games yang akan digelar Juni nanti di Pekanbaru dananya juga masih belum cair. Tertundanya pencairan tersebut mengancam kelangsungan event lantaran pembangunan venue menjadi tersendat karena belum lunasnya pembayaran pada pihak subkontraktor.

"Soalnya bukan hanya SEA Games, tapi juga dana Rp 200 miliar untuk Islamic Solidarity Games yang juga rencananya akan dilakukan Juni di Pekanbaru. Saya bilang rencananya, karena kita masih memertimbangkan opsi yang ada. Apakah tetap akan 6-17 Juni atau akan di postpone. Tapi saya harus memutuskan tetap diselenggarakan di Riau atau pekanbaru," lanjut dia lagi.

Pencairan dana beberapa aktivitas olahraga tertunda karena laporan pengelolaan anggaran ke Kementrian Keuangan dilakukan dengan kurang rapi tahun lalu. "Saya rapikan semuanya, termasuk mengajak auditor BPKP untuk menata itu dan mengajak lulusan dari STAN untuk mengawal setiap pekerjaan dari kemenpora. Doakan saja," tegas Roy.

(din/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads