Pihak Pemerintah mengaku telah meminta Organisasi Konferensi Islam untuk menunda Islamic Solidarity Games (ISG) pada bulan Oktober nanti. Namun. keputusannya baru akan didapatkan pada 22-23 April ini.
Pemerintah memutuskan untuk menunda penyelenggaraan ISG karena ada dua masalah yang belum bisa terselesaikan. Pertama adalah terkait utang Rp 240 miliar Stadion Riau yang belum bisa dilunasi karena Gubernur Riau, Rusli Zainal, menjadi tersangka korupsi. Status ini membuat dana skema pelunasan pemda Riau tak bisa dicairkan.
Kedua adalah kondisi Stadion Aquatic yang belum memenuhi standar penyelenggaraan. Kendala-kendala ini menurut Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, membuat pemerintah hanya punya satu pilihan, yakni menunda ISG. Namun, penundaan tersebut masih sebatas opsi yang ditawarkan kepada OKI karena keputusannya ada di pertemuan Islamic Solidarity Sport Federation pada 22-23 April ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai usulannya menunda ISG, Roy mengaku siap bertanggung jawab atas segala risikonya. Ia lebih memilih menunda pergelaran tersebut daripada memaksa tetap melaksanakannya di bulan Juni nanti. Politisi partai Demokrat itu juga menyatakan tak ingin ISG gagal seperti yang terjadi di Iran dalam penyelenggaran keduanya.
"Saya bertanggung jawab atas ISG karena itu di bawah Kemenpora," ujarnya.
"Semua ada risikonya. Saya lebih memilih mempertahankan wibawa dan harkat martabat Indonesia daripada memaksakan tapi citranya akan lebih buruk."
"Perlu diketahui bahwa ISG baru ketiga kali ini akan digelar. Yang kedua digelar di Iran namun gagal, jangan sampai kita gagal seperti di Iran," imbuhnya.
(roz/roz)











































